MAKKAH, FAKTA – Agenda Jemaah Haji Kelompok Terbang (Kloter) 15 Embarkasi Makassar pada Selasa (28/05/2024) adalah melakukan pemotongan Dam dan ziarah. Kegiatan hari ini berjalan dengan penuh khidmat dan menjadi momen penting bagi jemaah dalam menjalankan rangkaian ibadah haji dengan penuh kebersamaan, ungkap Pembimbing Haji Daerah (PHD) Kloter 15 Embarkasi Makassar, Machmud Zulkiram kepada Media Center Haji Maluku Utara.
Jemaah haji Kloter 15 Embarkasi Makassar yang terbagi dalam rombongan 7, 8, 9, 10, dan 11 bergerak menuju tempat pemotongan Dam di wilayah Hudaibiyah pada pukul 07.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Proses pemotongan Dam dilakukan dengan tertib dan sesuai dengan syariat Islam, sebagai bentuk ketaatan dan penebusan bagi jamaah yang memerlukan.
Dam secara bahasa berarti mengalirkan darah dengan menyembelih hewan kurban yang dilakukan pada saat melaksanakan ibadah haji. Secara istilah, Dam haji adalah denda yang wajib dibayar oleh jemaah haji karena melanggar larangan haji atau meninggalkan kewajiban haji. Dam sering dilaksanakan oleh jemaah haji Indonesia karena kebanyakan jemaah haji Indonesia mengambil haji tamatu (mengerjakan umrah sebelum haji).
Setelah selesai dengan pemotongan Dam, Ustadz Zulkiram mengatakan bahwa jamaah melanjutkan ziarah ke beberapa tempat bersejarah, seperti Jabal Tsur dan Jabal Nur. Selama perjalanan, muthowwif memberikan penjelasan mendetail tentang sejarah kedua gunung tersebut dari dalam bus. Jamaah mendengarkan dengan khidmat penjelasan mengenai peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di Jabal Tsur dan Jabal Nur, yang menjadi bagian penting dari sejarah Islam.
“Penjelasan yang diberikan oleh muthowwif membantu jamaah merasakan perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menyebarkan ajaran Islam, sehingga ziarah ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan bermakna bagi mereka” ujar Ustadz Zulkiram.
Selian kedua tempat tersebut, ziarah dilakukan oleh para jemaah haji ke Jabal Rahmah. Saat tiba di Jabal Rahmah, semua jemaah haji turun untuk menyaksikan suasana sekitar yang juga penuh dengan sejarah. Tempat ini dikenal sebagai lokasi pertemuan kembali Nabi Adam dan Hawa setelah berpisah selama bertahun-tahun. Pemandangan sekitar Jabal Rahmah memberikan kedamaian dan mengingatkan jamaah akan pentingnya cinta kasih dalam kehidupan. Beberapa jemaah bahkan naik ke atas Jabal Rahmah untuk berdoa dengan penuh khidmat. Di puncak Jabal Rahmah, suasana khusyuk menyelimuti para jemaah yang memanjatkan doa-doa hingga banyak jamaah sampai meneteskan air mata.
Setelah dari Jabal Rahmah, jemaah diajak melihat suasana Padang Arafah, tempat di mana semua jamaah haji seluruh dunia akan melakukan wukuf pada tanggal 9 Dzulhijjah. Kunjungan ini dilanjutkan ke Muzdalifah dan Mina, tempat jamaah haji akan melakukan mabit. Semua aktivitas Jemaah bisa dikoordinir dengan baik dan lancar sebab selama perjalan ziarah selain didampingi muthowwif, para Jemaah Kloter 15 Embarkasi Makassar juga didampingi oleh ketua kloter, pembimbing ibadah dan tim kesehatan yang ditempatkan pada setiap bus.
Meskipun perjalanan cukup melelahkan, semuanya terbayar dengan senyuman jamaah yang puas setelah menikmati kegiatan pemotongan Dam dan ziarah napak tilas perjalanan Rasulullah SAW, Nabi Ibrahim AS, dan Nabi Adam AS. Semoga kegiatan hari ini tidak hanya memperkuat keimanan jemaah, tetapi juga mempererat kebersamaan di antara mereka. Semoga seluruh rangkaian ibadah haji selanjutnya dapat terus berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan, tutup Ustadz Zulkiram.
ALDY/HUMAS KEMENAG MALUT