Halbar – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Pemkab-Halbar) menegaskan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak boleh mengalami kenaikan menjelang Ramadhan hingga Idulfitri 2026 nanti.
Pemerintah bahkan mengancam akan mencabut izin pangkalan maupun pengecer BBM subsidi yang terbukti nakal atau bermain harga.
Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhamad, mengatakan pihaknya telah mempertegas komitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat selama Ramadhan.
“Kami sudah mempertegas agar tidak ada kenaikan harga barang, mulai menjelang Ramadhan sampai Idulfitri,” kata Dhufri, Rabu (28/1/2026).
Pemerintah Halbar, kata dia, akan melakukan pengecekan langsung ke distributor dan pemasok untuk memastikan pasokan sembilan bahan pokok tetap aman.
Selain itu, Pemkab juga memastikan distribusi logistik melalui jalur laut tetap berjalan normal selama Ramadhan.
“Kapal kontainer juga kami pastikan tetap masuk selama bulan Ramadhan agar stok sembilan bahan pokok di Halbar tetap terjaga,” ujarnya.
Terkait BBM subsidi, Djufri menyebut hingga kini belum ada kenaikan harga. Namun, Pemkab Halbar tetap memberi perhatian khusus terhadap ketersediaan stok agar tidak terjadi kelangkaan menjelang hari besar keagamaan.
“Soal harga BBM sampai hari ini belum ada kenaikan. Tapi kami pastikan stok menjelang hari besar keagamaan tidak boleh kurang apalagi kosong,” katanya.
Ia mengaku telah turun langsung ke sejumlah desa untuk memantau kondisi di lapangan. Hasilnya, belum ditemukan keluhan masyarakat terkait kenaikan harga.
“Beberapa hari lalu saya turun ke desa-desa sampai ke ujung Jailolo Selatan. Tidak ada keluhan soal harga. Semuanya masih sesuai standar dan SK yang dikeluarkan,” tandasnya.
Pemkab Halbar, lanjut dia, tidak akan mentolerir praktik penimbunan maupun permainan harga oleh pangkalan dan pengecer BBM subsidi dilapangan.
“Kami tegaskan tidak boleh ada kenaikan harga atau kenakalan permainan harga. Kalau kedapatan, izinnya akan kami cabut,” tegasnya lagi.
Reporter: Abd Jalil