Pendidikan Malut

Prof. Liontine, Beri Kuliah Umum di Ilmu Sejarah-Unkhair

×

Prof. Liontine, Beri Kuliah Umum di Ilmu Sejarah-Unkhair

Sebarkan artikel ini
Prof. Liontine E. Visser (depan) sedang menyampaikan kuliah umum kepada mahasiswa Prodi Ilmu Sejarah Unkhair pada Selasa, 27 Januari 2026. (Foto: Jainul/RRI)

Ternate – Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun, menggelar kuliah umum bersama Prof Liontine E. Visser. Kuliah bertemakan Pengabdian Untuk Penelitian Sahu dan Maluku Utara, berlangsung di Ruang Mare, Fakultas Ilmu Budaya, Unkhair, Selasa, 27 Januari 2026.

Ketua Program Studi Ilmu Sejarah FIB Unkhair, Jainul Yusup, mengatakan kegiatan ini untuk menambah pengalaman riset, sehingga di cari peneliti, dosen atau guru besar yang berpengalaman. Kegiatan ini juga kata Jainul, biasanya dilakukan di awal semester, baik semester genap maupun semester ganjil.

“Siapa sih tidak kenal dengan Prof Liontine, guru besar Belanda itu sudah 45 tahun meneliti untuk Sahu dan Maluku Utara. Semoga mahasiswa ilmu Sejarah terinspirasi dengan pengalaman dan ilmu yang bagikan oleh Prof Liontine E. Visser,” ucap Jainul.

Di penghujung kuliah, beliau selalu mengingatkan generasi muda Maluku Utara untuk menjaga budaya sendiri. Serta mendokumentasikan dari apa yang mungkin masih tertinggal, sehingga masyarakat Maluku Utara hingga di pedesaan tidak melupakan jati dirinya, keluarganya, dan bangga dengan latar belakang kebudayaannya.

Sebagai penutup Prof Liontine menegaskan satu kalimat kepada seluruh audiens: “Jika bukan kalian masyarakat Maluku Utara yang menjaganya, lalu siapa lagi yang merawat budaya ini,” ujar Prof. Liontine.

Prof Liontine E.Visser sendiri merupakan sosok legenda hidup untuk penelitian kebudayaan Sahu yang telah dilakoninya sejak 45 tahun yang lalu. Dedikasinya untuk meneliti dan membangun budaya Sahu telah tak pernah padam sehingga Ia sendiri mendapatkan tempat khusus bagi banyak masyarakat Sahu yang mengenalnya.

Tak terhitung berapa puluh kali kunjungan yang dilakukan Prof. Liontine dalam perjalanan bekali-kali Belanda-Maluku Utara. Namun, di usianya yang kian senja Ia sudah tidak dapat lagi melakukan rutinitas perjalanan annual yang mampu menstimulan semangatnya dalam perjalanan ke Maluku Utara.

Beberapa karya kebudayaan lulusan Leiden University ini yang barangkali merupakan salah satu fondasi dari penelitian budaya dan historis masyarakat pedesaan. Utamanya pada masa transisi dari tradisionalitas menuju modernisasi menjadi monumen ilmu pengetahuan terutama dalam bidang kebudayaan, sejarah, humaniora.

Beberapa karyanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia seperti Sejarah dan Kebudayaan Sahu; Kain Adat Sahu yang diterbitkan bilingual Indonesia-Inggris. Serta Pantun Tradisional Ternate yang dalam kondisi sedang dalam proses.

Tak terhitung lagi beberapa karyanya dalam bahasa Inggris dan Belanda, yang tidak hanya mencakup wilayah Maluku Utara, namun juga Indonesia Timur. Seperti Kenang-Kenangan Pangreh Praja Papua yang diterbitkan Gramedia.

Tak hanya itu Ia juga merupakan perintis bagi penulisan kamus bahasa daerah pertama di wilayah Maluku Utara melalui kamus Sahu-Inggris. Tak hanya dalam karya penelitian, beberapa karya seperti foto Maluku Utara di periode 1970-1980-an juga memiliki nilai signifikan.

Tercatat pada tahun 2024 dan 2025 telah diadakan pameran fotografi Maluku Utara karya Leontine Visser yang ditampilkan di Benteng Oranje. Selain itu Prof. Liontine juga merupakan salah satu perintis dalam film dokumenter Pesta Panen Adat Sahu bersama filmografi Sinta Jowersma yang diproduksi di Leiden pada tahun 1987.

Melalui film dokumenter inilah, kita memperoleh pembanding dan audio visual masa lalu dari sistem pertanian yang sesungguhnya. Karya film dokumenter ini dapat diakses secara gratis dan luas melalui youtube melalui akun Wereldmuseum Leiden.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *