BasarnasBERITA UTAMA

Hari Keenam, Tim SAR Perluas Pencarian Korban Longboat Halsel yang Hilang

×

Hari Keenam, Tim SAR Perluas Pencarian Korban Longboat Halsel yang Hilang

Sebarkan artikel ini
Tim SAR saat melakukan pencarian korban. (Dok: Basarnar Ternate/RRI)

Ternate – Operasi SAR hari keenam untuk korban hilang atas nama Wildan (50 tahun) di perairan Desa Bibinoi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara kembali dilakukan tim SAR gabungan yang diperluas pada beberapa titik lokasi tenggelamnya longboat.

Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani di Ternate, Rabu, 28 Januari 2026 menjelaskan, proses pencarian hari keenam ini kembali dilakukan karena pencarian hari kelima kemarin, tim masih belum menemukan keberadaan korban.

Dalam pencarian hari kelima kemarin lanjut Iwan, pencarian diperluas dari hari sebelumnya yakni hari keempat yang dilakukan pada tiga titik.

“Pencarian untuk hari keenam hari ini, kita akan lebih perluas sesuai dengan arah angin yang sebaran-nya ada di beberapa titik,” katanya.

Dirinya menjelaskan, pencarian korban ini selain dilakukan di permukaan air, tim dari Universitas Khairun (Unkhair) Ternate juga menurunkan drone untuk proses pencarian melalui udara dan bawah laut.

Drone bawah laut yang diturunkan oleh tim dari Unkhair Ternate ini berada pada kedalaman yang diperkirakan mencapai 80 meter dan menerbangkan drone udara DJI Mavic.

Perangkat teknologi itu menjadi perpanjangan mata manusia, mencoba menembus ruang laut yang gelap dan berisiko, tempat kemungkinan terakhir keberadaan korban berada.

Dirinya mengakui, hingga pencarian hari kelima kemarin, tim tidak mengalami kendala dalam proses pencarian karena cuaca masih sangat bersahabat yang berbeda pencarian atau evakuasi korban di hari pertama.

Untuk diketahui, longboat dengan rute Desa Babang menuju Desa Pigaraja Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, tenggelam akibat dihantam gelombang tepat di perairan Desa Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah.

Laporan yang diterima Unit Siaga SAR Halmahera Selatan dari Kepala Desa Bibinoi, bahwa pada tanggal 23 Januari 2026 sekitar pukul 14:00 WIT, longboat tersebut bertolak dari pelabuhan Babang tujuan Desa Pigaraja.

Dalam insiden tersebut, sedikitnya 59 penumpang menjadi korban dengan rincian 1 balita meninggal dunia sementara 1 orang masih dalam pencarian sementara sisanya berhasil dievakuasi selamat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *