BREAKING NEWSKab Halut

Markas PMI Halut Terjunkan Relawan ke Lokasi Bencana Banjir dan Longsor di Loloda Utara

×

Markas PMI Halut Terjunkan Relawan ke Lokasi Bencana Banjir dan Longsor di Loloda Utara

Sebarkan artikel ini

Halut – Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Halmahera Utara Maluku Utara terus mengirimkan relawan untuk bergabung dengan Tim Gabungan Tanggap Darurat Bencana (TDB) Banjir dan Tanah Longsor di Loloda Utara sejak 10 Januari 2026.

Hingga saat ini, Relawan Markas PMI Halmahera Utara dan Tim Gabungan masih melakukan kegiatan Tanggap Darurat Bencana di Lokasi Desa Doitia Loloda Utara. Desa Doitia adalah salah satu Desa yang terparah terdampak bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sebanyak 213 Kepala Keluarga (KK) dengan 813 jiwa warga Desa Doitia harus mendiami lokasi pengungsi dan sebanyak 30 titik lokasi pengungsi yang ada di Desa Doitia.

Koordinator Tim Assessment PMI Halmahera Utara Sukitman Asgar yang saat ini masih di lokasi, ia melaporkan bahwa dari 213 KK yang terdiri dari 813 jiwa warga Desa Doitia Loloda Utara, kini sebagian masih berada di lokasi pengungsian.

Diantara 813 jiwa tersebut, Kata Sukitman Asgar bahwa terdapat kelompok rentan yang masih harus lebih diprioritaskan dalam memenuhi kebutuhannya, kelompok rentan tersebut yaitu Lansia, Bayi, Balita, anak-anak, ibu hamil, dan Disabilitas.

“Jadi, kami dari Palang Merah Indonesia Halmahera Utara akan lebih fokus pada kelompok rentan ini. Dan kami setelah mendapatkan semua data asesmen ini, kami dari PMI Halmahera Utara akan menjalankan Program Recovery TDB setelah usai Status Tanggap Darurat Bencana oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, yang sejak kemarin kembali memperpanjang status Tanggap Darurat Bencana khususnya di Loloda Utara. Dan tak hanya di Desa Doitia namun keseluruhan Desa di Loloda Utara akan kami lakukan Assesmen terutama kelompok rentan,” jelasnya Koordinator Tim Asesment PMI Halut yang juga Dosen Hukum Kampus Unhena Sukitman Asgar.

Sementara itu, Kepala Markas PMI Halmahera Utara A.Rahman Tjereni saat di hubungi, ia menyampaikan bahwa relawan PMI yang ditugaskan ke lokasi bencana untuk bergabung dengan Tim Tanggap Darurat Bencana yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Tagana, Timkes, SAR, Tim TRC BPBD dan Palang Merah Indonesia (PMI) Halmahera Utara ini, terus melakukan aksi-aksi kemanusiaan untuk pemulihan kondisi pasca bencana.

“Jadi, Tim PMI yang diterjunkan ke lokasi tersebut terdiri dari Tim Assessment, Tim Logistik, Tim Pertolongan Pertama (P2) dan Tim Psychosocial Support Program (PSP). Selain itu, juga ada relawan yang ditugaskan di Posko Komando BPBD Halut yang bertugas di bagian Logistik bersama dengan BPBD dan Damkar,” jelasnya Arman sapaan akrab kepala Markas PMI Halut.

Ia juga mengatakan, hingga saat ini Markas PMI Halmahera Utara terus melakukan Koordinasi baik lintas sektoral maupun secara internal PMI dari jenjang hingga ke markas PMI Pusat di Jakarta.

“Jadi, koordinasi terus kami lakukan baik dengan pihak sektoral Pemda Halmahera Utara, maupun secara internal PMI dari Provinsi Maluku Utara dan Markas PMI Pusat, untuk kelancaran tugas kemanusiaan ke lokasi bencana,” ungkapnya Arman.


Reporter: Jefry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *