BERITA UTAMAKota Sofifi

ASN-PPPK Malut Didorong Jadi Garda Terdepan Cegah Radikalisme

×

ASN-PPPK Malut Didorong Jadi Garda Terdepan Cegah Radikalisme

Sebarkan artikel ini
FKPT Maluku Utara bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara memberikan penguatan kepada ASN dan PPPK lingkup provinsi agar dapat bekerja sama mencegah intoleransi, radikalisme, dan terorisme di lingkungannya. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Gubernur di Sofifi, Rabu (26/11/2025). (Foto: FKPT Malut)

Sofifi – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Maluku Utara mendorong ASN dan PPPK dapat mencegah intoleransi, radikalisme, dan terorisme di lingkungannya. Dorongan ini disampaikan dalam kegiatan FKPT yang digelar di Aula Nuku, Kantor Gubernur Maluku Utara, Rabu (26/11/2025).

Kegiatan ini diikuti sedikitnya 300 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Ketua FKPT Maluku Utara, Hidayatussalam Sehan, menyatakan FKPT menjalankan mandat pencegahan terorisme, termasuk edukasi, penelitian, dan sosialisasi terhadap ASN.

“FKPT terus menyampaikan pesan dan edukasi kepada ASN PPPK agar memiliki ketahanan dan kewaspadaan terhadap bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa ancaman radikalisme kini menyasar generasi muda melalui platform digital, sehingga ASN perlu memperkuat pemahaman untuk menangkal penyebarannya.

Ketua FKPT Maluku Utara, Hidayatussalam Sehan, menyampaikan berbagai di hadapan ASN dan PPPK Pemprov Maluku Utara di Aula Kantor Gubernur, Rabu (26/11/2025). (Foto: FKPT Malut).

FKPT juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Malut atas dukungan terselenggaranya kegiatan tersebut. Gubernur Maluku Utara melalui Sekretaris Daerah, Samsuddin A. Kadir mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan ini.

Kegiatan ini dinilai sebagai langkah strategi dalam memperkuat pemahaman ASN menghadapi ancaman intoleransi dan radikalisme. Ia menekankan pentingnya Pancasila sebagai landasan ASN dalam menjaga persatuan.

“Pancasila adalah ideologi dasar negara yang mempersatukan semua golongan. Nilai-nilai luhur Pancasila harus terinternalisasi dalam jiwa, pola pikir, dan perilaku kerja ASN,” ujar Samsuddin.

Dia menyebut ancaman radikalisme semakin kompleks akibat perkembangan teknologi digital yang mempercepat penyebaran paham ekstrem, termasuk di kalangan aparatur. Oleh karena itu, kerahasiaan privasi dinilai penting agar ASN tetap berintegritas di tengah agenda pembangunan digital pemerintah.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *