Ternate – Kekalahan Timnas Indonesia dari Arab Saudi dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 meninggalkan cerita yang tak sepenuhnya indah. Selain hasil di lapangan, media sosial justru ramai dengan komentar negatif yang sebagian bahkan menjurus pada ujaran bernada rasis terhadap winger timnas, Yakob Sayuri.
Serangan semacam ini tentu memunculkan keprihatinan di kalangan pencinta sepak bola tanah air. Banyak pihak menilai bahwa kritik terhadap performa tim nasional seharusnya disampaikan secara sportif dan membangun, bukan dengan menyerang latar belakang pribadi atau asal-usul pemain.
Salah satu suara dukungan datang dari Risaldi, seorang pecinta sepak bola nasional sekaligus supporter Malut United. Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan harus tetap dijaga meski hasil pertandingan belum sesuai harapan.
“Kami berharap komentar negatif yang bahkan melebar ke ujaran bernada rasis tidak berlanjut di ruang digital. Kita semua juga tentu ingin timnas lolos ke Piala Dunia, namun kekalahan kemarin juga menjadi evaluasi penting bagi tim kepelatihan, tidak hanya bertumpu kepada pemain,” ujar Risaldi.
Ia juga memberikan pesan khusus kepada Yakob Sayuri yang dikenal memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Maluku Utara.
“Juga sebagai supporter Malut United, saya ingin memberikan dukungan kepada Kaka Yakob. Kaka Yakob sudah dan selalu menjadi yang terbaik untuk kami masyarakat Maluku Utara. Kami bangga atas semua torehan prestasi dari Sayuri bersaudara,” katanya lagi.
Risaldi menutup pesannya dengan semboyan khas masyarakat Maluku Utara yang sarat makna kebersamaan. “Toma Kalesang untuk sepak bola Indonesia, karena tidak ada gol tanpa umpan, tidak ada kemenangan tanpa kebersamaan,” ucapnya tegas.
Serangan rasis terhadap pemain sepak bola bukanlah hal baru. Namun setiap kali hal itu terjadi, suara-suara seperti dari para pendukung sejati menjadi pengingat penting.
Bahwa sepak bola adalah permainan yang menyatukan, bukan memecah-belah. Yakob Sayuri, yang dikenal sebagai pemain pekerja keras dengan semangat juang tinggi, layak mendapatkan dukungan, bukan hujatan.