Kota Ternate

Warga Pulau Mayau, Batang Dua Butuh Fasilitas Pelabuhan

×

Warga Pulau Mayau, Batang Dua Butuh Fasilitas Pelabuhan

Sebarkan artikel ini
Salah satu kapal perintis saat memasuki Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate. (Foto: RRI/KBRN)

Ternate – Warga 4 kelurahan di Pulau Mayau, Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate membutuhkan fasilitas pelabuhan untuk menunjang distribusi barang dan penumpang. Hal tersebut disampaikan Camat Pulau Batang Dua, Robyanto Koloca, dalam dialog interaktif di RRI Ternate, Jumat (19/9/2025) kemarin.

Menurut Robyanto, dari dua pulau di Batang Dua, yakni Pulau Tifure dan Mayau, baru Tifure yang memiliki pelabuhan untuk labuh kapal. “Kalau di Tifure itu sudah ada pelabuhan, tetapi di Mayau belum memiliki pelabuhan,” kata Roby, sapaan Robyanto.

Kata dia, beberapa tahun lalu tim dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah meninjau Pulau Mayau untuk memastikan titik pelabuhan dibangun. Hanya saja, hingga kini belum ada progres terkait rencana pembangunan pelabuhan di Pulau Mayau.

“Dari Pemerintah Kota Ternate juga sudah melakukan pembebasan lahan lokasi pembangunan pelabuhan. Tapi, sampai sekarang kami belum dapat info kapan pembangunan pelabuhan tersebut,” ujar Camat Roby.

Menanggapi itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate, Rushan Muhammad, membenarkan adanya survei Kemenhub. Survei itu menghasilkan ada perbedaan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Kota Ternate.

“Bulan Juni 2025 kemarin, kami telah mengunjungi Batang Dua. Dan kami sudah pastikan satu lokasi di sekitar pelabuhan penyeberangan yang nanti akan dibangun pelabuhannya,” kata Rushan.

Rushan juga mengaku usulan pembangunan Pelabuhan Mayau telah disampaikan kepada Ditjen Perhubungan Laut, Kemenhub. “Alhamdulillah semua prosesnya sedang berjalan,” ujarnya.

Kepala Bidang Angkutan Pelayaran, Dinas Perhubungan Provinsi Maluku Utara, Rony Nihe, mengakui adanya kendala pelabuhan di Mayau. ‘Namun, kami sudah berkoordinasi untuk menyelesaikan apa yang menjadi masukan dari Camat Batang Dua,” kata Rony.

Diketahui saat ini, terdapat 4 kapal perintis dan 1 angkutan penyeberangan ferry yang melayani trayek ke Batang Dua. Namun, sebagian besar dari trayek itu masih bertumpu di Pulau Tifure yang telah memiliki pelabuhan sandar.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *