Ternate – Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara memastikan proses normalisasi Sungai Ake Sasu telah mencapai 70 persen, Senin (22/9/2025). Normalisasi ini berupa pembersihan material longsor dan sedimen akibat luapan air sungai yang terjadi di perbatasan Kelurahan Togafo dan Taduma, Kecamatan Ternate Barat.
Kepala BWS Maluku Utara, Muhammad Saleh Taib, mengatakan bahwa setelah kejadian longsor dan luapan air sungai pada Jumat lalu, pihaknya langsung menerjunkan tim ke lokasi bersama BPBD Kota Ternate dan instansi terkait untuk melakukan penanganan.

“Langkah awal kami menurunkan satu unit alat ekskavator untuk membersihkan alur sungai dari sedimen. Hingga saat ini, normalisasi sudah mencapai 70 persen. Targetnya, dua hari kedepan alur sungai sudah bersih karena volume material cukup besar. Material disisihkan ke sisi kiri dan kanan sungai,” ujarnya.
Saleh menambahkan, kejadian longsor dan luapan air ini terjadi di luar prediksi. Sebelumnya BWS Malut telah melakukan studi di beberapa sungai besar di Kota Ternate seperti Sungai Rua, Sungai Kastela, dan Sungai Gambesi. Namun kejadian justru terjadi di sungai kecil seperti Ake Sasu.
“Kami sudah berdiskusi dengan Satker untuk melakukan identifikasi potensi bencana serupa. Jika datanya telah lengkap, akan kami sampaikan ke Kementerian Direktorat Sumber Daya Air sebagai laporan dan dasar penyusunan kebutuhan penanganan kedepan,” ujarnya.