Ternate – Di balik kekayaan alam yang melimpah, masih ada cerita getir yang jarang tersorot. Di sejumlah pelosok desa di Maluku Utara, tak sedikit keluarga yang hidup di rumah berlantai tanah, berdinding kayu lapuk, dan beratap seng bocor. Lebih memprihatinkan, sebagian dari mereka bahkan belum memiliki fasilitas toilet, apalagi akses listrik.
Kondisi inilah yang menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Gubernur Sherly Tjoanda mengungkapkan, kebutuhan akan hunian layak bukan hanya soal tempat berteduh, tetapi menyangkut martabat dan kualitas hidup masyarakat.
“Lingkungan tempat tinggal sangat memengaruhi produktivitas dan kesehatan. Kalau rumah layak dan terang, anak-anak bisa belajar dengan baik, keluarga lebih sehat, dan hati pun ikut senang,” ujar Sherly mengajak warganya mengirimkan data rumah tidak layak huni dan belum teraliri listrik, Sabtu (6/9/2025).
Menjawab persoalan itu, Pemprov Maluku Utara menginisiasi dua program unggulan sekaligus: “Maluku Utara Terang” dan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni. Program ini menyasar rumah tangga yang masih hidup dalam kondisi serba terbatas, dengan tujuan menghadirkan hunian yang lebih manusiawi dan akses listrik yang merata hingga ke pelosok.
Namun, program ini tidak hanya mengandalkan kerja pemerintah. Gubernur Sherly mengajak seluruh warga untuk ikut berpartisipasi dengan cara mendata keluarga atau tetangga yang masih tinggal di rumah tak layak huni, dengan cara di upload pada link berikut https://bit.ly/nyalaMU.
“Kalau di sekitar kalian ada keluarga dengan kondisi demikian, tolong daftarkan. Cukup isi nama, KTP, KK, nomor handphone, alamat, serta sertakan foto rumah. Setiap data yang masuk akan jadi dasar penting untuk menyalurkan bantuan,” ucapnya.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, pemerintah ingin menumbuhkan semangat kepedulian sosial. Dengan melibatkan warga dalam proses pendataan, rasa kebersamaan diyakini akan semakin kuat.
Sherly menegaskan, rumah yang layak dan penerangan listrik bukanlah kemewahan, melainkan hak setiap warga.
“Kita percaya kalau rumah terang dan nyaman, hati pun ikut terang dan senang. Maluku Utara jadi lebih kuat dan bermartabat,” ujarnya penuh optimisme.
Harapannya, rumah-rumah di Maluku Utara tak lagi hanya berfungsi sebagai tempat berteduh, tetapi menjadi ruang yang sehat, aman, dan nyaman. Karena kepedulian hari ini, bisa menjadi cahaya terang bagi masa depan Maluku Utara.