Jailolo Selatan – Sekola Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 7 Kabupaten Halmahera Barat menyelenggarakan program pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau Praktik Kerja Industri (Prakerin) tahap pertama. Program ini dirancang untuk membekali siswa-siswi kelas XII sebelum mereka terjun langsung ke dunia industri, sebuah langkah krusial dalam kurikulum merdeka.
Ardini Muhammad, SP selaku Ketua Jurusan Prakerin SMK Negeri 7 Halbar, menyampaikan bahwa para peserta siswa yang diutus ini akan fokus pada program holtikultura. Program ini kata dia, akan diasuh oleh Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Maluku Utara yang ada di Desa Kusu, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan.
“Sebanyak 17 siswa, diantara 5 orang wanita dan 12 orang laki-laki kami ikutkan Prakerin guna menambah ilmu dan wawasan yang moderinisasi. Kami berharap anak-anak bisa mengerti tugas pokok PKL yang ada perubahan di tempat yang akan ditempati. Prakerin ini merupakan program wajib bagi siswa sesuai dengan kurikulum merdeka,” kata Hardini.

Dia mengakui saat ini, pihaknya masih menunggu instruksi dari balai Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Malut untuk mengagendakan para siswa yang akan melakukan Prakerin nanti.
“Yang jelas kegiatan kami ini akan butuh waktu dua bulan. Dimulai dari Tanggal 21 Agustus hingga 21 Oktober 2025. Makanya kami sudah siapkan seluruh keperluan yang memadai ditempat ini untuk selama dua bulan nanti,” ujarnya.
Hardini mengungkapkan bahwa seluruh siswa yang akan diterjunkan di Balai Pertanian Provinsi itu akan fokus pada tanaman holtikultura. Karena jurusan holtikultura lebih efisiensi pada tanaman hias, tanaman sayuran dan tanaman buah.
“Jurusan agribisnis tanaman Pangan dan holtikultura itu masuk dalam pembekalan kami, oleh sebab itu kami berkeinginan agar para siswa lebih berkonsentrasi pada tanaman holtikultura, seperti tanaman hias, tanaman sayuran dan tanaman buah,” ungkapnya.
Saat ini, kata dia, pihaknya sudah berada di Desa Kusu, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan. Sementara akses persinggahan para siswa SMKN 7 Halbar masih menggunakan fasilitas rumah milik warga setempat.
“Sambil menunggu dari balai pertani Provinsi Malut, kami masih ditampung oleh Sekretaris Desa Kusu dirumahnya. Karena kami disini cukup lama sekitar 2 bulan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Maluku Utara Dr. Ir. Muhammad Alwi Mustaha, M.Si, saat dihubungi media ini, menegaskan pihaknya sangat mendukung kegiatan para siswa SMKN 7 Halbar.
“Tujuan SMK 7 Halbar adalah agar para siswa mereka bisa terserap menjadi tenaga kerja di dunia industri maupun didunia pertanian nanti, sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan sebelumnya. Kalau mereka lulusan nanti tentu mereka siap kerja dan memiliki daya saing yang tinggi,” ujarnya.
Dia berharap, melalui program ini, para siswa SMKN 7 Halbar dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh sesuai yang didapatkan nanti dan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja, serta membuka peluang karir yang lebih luas di masa depan nanti.
Reporter: Nurni Abdulah/Aldy M