Malang – Setiap tahun, ratusan mahasiswa asal Maluku Utara meninggalkan kampung halaman mereka untuk melanjutkan pendidikan di Kota Malang, yang dikenal sebagai pusat pendidikan tinggi di Indonesia. Mereka datang dengan semangat dan harapan besar untuk meraih masa depan yang lebih baik, namun kenyataan yang mereka hadapi di sana sering kali jauh dari apa yang mereka impikan. Malang seharusnya menjadi tempat di mana mereka bisa berkembang, belajar, dan mewujudkan cita-cita mereka. Namun, tanpa adanya dukungan yang memadai dari pemerintah provinsi, perjuangan mereka semakin berat.
Pemerintah provinsi Maluku Utara memiliki kewajiban untuk memberikan perhatian lebih kepada mahasiswa perantau, namun kenyataannya, sektor pendidikan sering kali terabaikan. Mahasiswa yang datang dari jauh untuk mengejar ilmu sering kali merasa terpinggirkan dalam banyak hal, dari beasiswa yang terbatas hingga fasilitas yang tidak memadai. Mereka terjebak dalam rutinitas yang melelahkan, berjuang bukan hanya untuk belajar, tetapi untuk bertahan hidup di kota yang mahal ini.
Ketidakpedulian Terhadap Mahasiswa Perantau
Pemerintah provinsi Maluku Utara seharusnya memandang mahasiswa perantau sebagai aset yang harus dijaga dan diberdayakan. Namun kenyataannya, mereka sering kali merasa terlupakan. Asrama yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk mahasiswa perantau, justru terbengkalai dengan fasilitas yang sangat minim.
Banyak dari mereka terpaksa tinggal di asrama yang sudah tua, dengan fasilitas yang rusak, dan kondisi lingkungan yang jauh dari kata layak. Bahkan untuk urusan yang paling dasar seperti tempat tidur yang layak atau akses air bersih, mereka harus menghadapi kenyataan pahit. Padahal, pemerintah daerah seharusnya melihat ini sebagai masalah serius, karena pendidikan yang layak dan fasilitas yang memadai adalah hak setiap mahasiswa.
Mahasiswa perantau ini datang ke Malang untuk meraih cita-cita, tetapi sering kali mereka dipaksa untuk berjuang lebih keras untuk bertahan hidup daripada untuk belajar. Dengan biaya hidup yang tinggi, asrama yang rusak, dan ketidakpastian tentang dukungan yang mereka dapatkan, mahasiswa Maluku Utara di Malang seolah menjadi kaum yang terlupakan, meskipun mereka adalah masa depan bangsa.
Pendidikan Yang Tidak Menjadi Prioritas
Pemerintah provinsi Maluku Utara sering kali berbicara tentang pentingnya pendidikan, namun kenyataan yang ada sangat bertolak belakang. Pendidikan harusnya menjadi prioritas utama, tetapi sektor ini justru kerap mendapatkan porsi anggaran yang sangat minim. Alih-alih memperbaiki fasilitas pendidikan yang ada, pemerintah malah lebih sering mengabaikan masalah mendasar seperti fasilitas asrama yang layak dan bantuan untuk mahasiswa yang membutuhkan. Banyak mahasiswa yang datang ke Malang dengan semangat besar untuk belajar, namun tidak mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan.
Bagaimana bisa mereka fokus belajar jika mereka harus menghadapi kondisi yang tidak mendukung? Ketika pendidikan tidak diprioritaskan, kita tidak hanya merampas hak mahasiswa untuk belajar dengan tenang, tetapi juga membunuh potensi besar yang bisa mereka berikan untuk kemajuan Maluku Utara di masa depan.
Mahasiswa Maluku Utara di Malang menghadapi tantangan besar, baik dalam hal ekonomi, tempat tinggal, maupun dukungan dari pemerintah daerah. Mereka berjuang bukan hanya untuk meraih gelar akademik, tetapi juga untuk bertahan hidup dalam kondisi yang jauh dari ideal. Semangat mereka untuk belajar dan mencapai tujuan sering kali terhalang oleh kenyataan pahit bahwa pendidikan dan kesejahteraan mereka bukanlah prioritas utama pemerintah provinsi.
Sementara itu, pemerintah daerah, yang seharusnya berperan aktif dalam memastikan kesejahteraan mahasiswa perantau, justru terus mengabaikan sektor pendidikan. Pemerintah harus menyadari bahwa pendidikan bukan hanya tentang memberi kuliah di kelas, tetapi tentang memberikan dukungan yang komprehensif bagi mahasiswa—termasuk tempat tinggal yang layak, beasiswa, dan fasilitas yang memadai untuk belajar. Mahasiswa perantau adalah bagian dari masa depan Maluku Utara, dan mereka layak mendapatkan perhatian yang lebih serius dari pemerintah daerah.
Perjuangan Untuk Fasilitas Yang Layak
Pemerintah provinsi Maluku Utara harus menyadari bahwa mahasiswa yang jauh dari rumah dan keluarga adalah tanggung jawab mereka. Pemerintah harus lebih proaktif dalam menciptakan kebijakan yang mendukung mahasiswa, terutama yang tinggal di luar daerah. Tidak cukup hanya berbicara tentang pendidikan; tindakan nyata sangat dibutuhkan. Pemerintah harus mulai memperbaiki kondisi asrama, memberikan beasiswa yang memadai, dan menciptakan fasilitas yang mendukung proses belajar.
Sudah saatnya kita berhenti menerima kenyataan yang memprihatinkan ini. Pemerintah provinsi harus segera bertindak. Jika kita ingin benar-benar merayakan kemerdekaan pendidikan, kita harus memastikan bahwa setiap mahasiswa, termasuk mereka yang berasal dari Maluku Utara, mendapatkan fasilitas yang layak untuk belajar dan berkembang. Tanpa perhatian yang serius terhadap sektor pendidikan, kemerdekaan yang kita rayakan hanya akan tetap menjadi ilusi semata.
Mahasiswa Maluku Utara di Malang adalah investasi terbesar untuk masa depan provinsi ini. Namun, mereka membutuhkan lebih dari sekadar janji mereka membutuhkan dukungan nyata dan perhatian dari pemerintah provinsi. Jika pemerintah daerah terus mengabaikan sektor pendidikan, maka kita akan kehilangan potensi besar yang dimiliki oleh generasi muda. Pemerintah provinsi Maluku Utara harus segera bertindak untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa, baik yang berada di Malang maupun di tempat lainnya, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita mereka.
Pendidikan adalah hak, bukan hadiah, dan pemerintah harus bertanggung jawab untuk memastikan hak ini dapat dinikmati oleh setiap mahasiswa, tanpa kecuali. Kini saatnya bagi pemerintah provinsi untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas nyata, bukan sekadar retorika kosong.
Masa depan Maluku Utara ada di tangan generasi mudanya—dan mereka harus diberi kesempatan untuk berkembang, bukan dibiarkan berjuang sendirian.
Oleh: Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Maluku Utara Malang (IPMAMUM) Alfandy Usman