Jakarta – Kemudahan berpindah moda transportasi menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong masyarakat beralih kepada transportasi publik. Dalam hal ini, Stasiun Dukuh Atas BNI menjadi simpul integrasi strategis terutama bagi penumpang LRT Jabodebek.
Jembatan Penyeberangan Multiguna Stasiun Dukuh Atas menjadi penghubung bagi pengguna LRT ke berbagai sarana transportasi lainnya. Struktur tersebut memudahkan akses penumpang kepada commuter line di Stasiun Sudirman serta Kereta Bandara Soekarno‑Hatta di BNI City.
Pengguna juga dapat langsung terhubung kepada MRT Jakarta dan berapa layanan moda lainnya melalui Stasiun Dukuh Atas BNI. Misalnya TransJakarta Koridor 1 dan 4, Mikrotrans, serta ojek daring yang melengkapi perjalanan lanjutan.
Sepanjang Januari hingga Juni 2025, stasiun ini mencatat 1.994.163 tap in pengguna. Pada periode sama, jumlah tap out mencapai 1.805.717 orang.
Angka tersebut meningkat 37,35 persen untuk tap in dibandingkan periode 2024. Sedangkan untuk tap out naik 30,99 persen, yang menandakan tumbuhnya kepercayaan publik.
Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, mengatakan hal ini mencerminkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat. Hal ini menjadi catatan positif terhadap sistem transportasi terintegrasi.
“Stasiun Dukuh Atas menjadi contoh nyata bagaimana integrasi antarmoda mampu meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan,” ujarnya, Senin (28/7/2025). Menurut Purnomosidi, pihaknya terus berupaya menghadirkan layanan terhubung, andal, dan ramah pengguna untuk mendukung mobilitas perkotaan lebih baik.
Fasilitas lengkap dan akses mudah memperkuat peran stasiun ini sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan. Keberadaannya kini menjadi simbol nyata masa depan transportasi publik yang terintegrasi dan efisien.
Sumber: KBRN