Ternate, Fakta – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate, menganggap saat ini masih ada pertumbuhan ekonomi yang tidak seimbang, karena masih adanya kesenjangan wilayah kepulauan (Hiri, Moti dan Batang Dua) dan konsentrasi sentra perdagangan masih berada dipusat kota.
“Hasil pembangunan yang terjadi saat ini belum secara merata, adil dan transparan, karena belum dapat menyentuh serta dinikmati oleh masyarakat secara proporsional,” kata Anggota Komisi II DPRD Kota Ternate, Farijal Teng, Kamis (18/7/2027).
Menurut Farijal, hal ini terlihat masih adanya berbagai kendala, diantaranya kendala geografis, kendala transportasi, kendala perencanaan dan penganggaran, serta kendala- kendala sosial lainnya.
“Kami mendorong, agar misi menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat Kota Ternate sebagai pusat pertumbuhan regional, yang bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan antar kawasan yang seimbang, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan mengoptimalkan pengendalian laju inflasi,” jelasnya.
Farijal menambahkan, sasaran terciptanya keseimbangan pertumbuhan antar wilayah, dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Ternate di sisa masa jabatan melalui slogan “Ternate Andalan” (Mandiri dan Berkeadilan).
“Pertumbuhan ekonomi seharusnya terus dipacu dengan menghidupkan dan menggerakan pariwisata, transportasi, namufaktur, keuangan serta pelayanan public yang lebih maksimal,” kata Farijal, mengakhiri.
AD/RRI