Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja menyampaikan sejumlah program strategis menyambut Pemilu 2024 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (13/4/2022). (Foto: Publikasi dan Pemberitaan Bawaslu/RRI/FAKTA)

JAKARTA, FAKTA – Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja mengingatkan tentang pentingnya melakukan kajian, atas laporan dugaan pelanggaran netralitas ASN. Kajian mendalam harus dilakukan jajaran Bawaslu, sebelum diteruskan ke Komisi ASN (KASN).

 

“Karena, kita pernah menemukan teman-teman Bawaslu meneruskan tanpa melakukan kajian. Ada balasan KASN yang menyatakan bahwa karena tidak dikaji, maka kami kembalikan ke Bawaslu,” katanya, ditulis Senin (8/7/2024).

 

Bagja menekankan, persoalan laporan dugaan pelanggaran netralitas ASN harus segera diselesaikan jajaran Bawaslu. Pengkajian pun harus dikebut.

 

“Ini bertujuan agar pelanggaran yang telah ditemukan tidak berhenti di tengah jalan. Data pelanggaran juga harus tercatat detil ke dalam Sistem Pengawasan Pemilihan Pemilihan Umum (Siwaslu),” ucap Bagja.

 

Ia pun mewajibkan divisi pengurus aplikasi Siwaslu membagikan data tersebut ke divisi lain. Bagja tidak ingin ada permasalahan tentang update data di Siwaslu.

 

“Jadi apa yang teman-teman masukkan, itu yang seharusnya tidak dimasukkan, rupanya masuk entah dari mana. Itu PR kita tentang Siwaslu,” ujar Bagja.​

 

ARM/KBRN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *