MADINAH, FAKTA – Jemaah Haji Kelompok Terbang (Kloter) 13 setelah melaksanakan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Nabawi, pada Jum’at (24/05/2024) melakukan kunjungan ke sejumlah tempat bersejarah diseputar Kota Madinah.
Di Kota Madinah ada sejumlah destinasi wisata ziarah yang dikunjungi jemaah haji dari berbagai dunia tak terkecuali jemaah Indonesia khususnya Jemaah Haji asal Maluku Utara.
Yamin Latief Tjokra, selaku Ketua Kloter 13 saat melaporkan dari Madinah, beliau menyampaikan bahwa dihari ketiga ini Jemaah Haji diarahkan untuk berziarah ditempat terdekat misalnya di Masjid – masjid sahabat Nabi seperti Masjid Abubakar Assidik, Masjid Umar Bin Khattab, Masjid Usman Bin Affan dan Masjid Ali Bin Abuthalib dan di mushalla alghamamah serta pekuburan Baqi.
Selain itu, H. Syarif Ibrahim menyampaikan bahwa pasca ziarah petugas kloter langsung melakukan konsultasi dengan Konsultan Ibadah dan kepala Daerah Kerja Makkah. Hasil konsultasi tersebut disampaikan kepada jemaah haji agar mematuhi beberapa hal terkait dengan proses pelaksanaan ibadah haji.
Diantaranya H. Syarif menjelaskan bahwa Skema Murur (mabit di bis) dan Tanazul dipastikan akan diberlakukan saat ini dengan ketentuan kloter yang murur tidak di kenakan Tanazul dan begitu pula sebaliknya kloter yang dikenakan Tanazul tidak lagi di kenakan aturan Murur. Jadi tidak ada kloter yg kena dua-duanya.
Lebih lanjut Ko If sapaan akrab H. Syarif menjelaskan bahwa Kloter jamaah yang murur di Muzdalifah sebanyak 49 ribu adalah yg masuk di Maktab 59 – 70. Dan untuk Kloter yang tergabung pada Embarkasi UPG tidak termasuk di dalamnya. Maka dari itu, semua jamaah Embarkasi Makassar akan mabit di Muzdalifah secara penuh (turun dari bus).
Hal tersebut disebabkan Karena jamaah Embarkasi Makassar tahun ini tinggal di sektor 1 Syisyah dan dikenakan tanazul, yaitu tidak mabit di tenda Mina tetapi pulang ke hotel dan mabit di sekitar jamarat.
“Tanazul sendiri tidak bersifat mandatori atau wajib, tetapi hanya bersifat anjuran kepada jamaah yang sehat, muda dan mandiri”, ujar H. Syarif.
Terkait konsumsi selama tanazul, sementara ini diharapkan kepada jemaah haji untuk menyiapkan sendiri bekal makanan sampai nafar tsani selesai. Adapun mekanisme mabit, nanti akan diinfokan lebih lanjut dan tetap menunggu keputusan pimpinan, tutup Ko If yang juga sebagai PPIHD Maluku Utara.
ALDY/KEMENAG MALUT