JAKARTA, FaktaInvestigasi- Kolaborasi antara PT Yanbu Al Bahar, DPRD DKI Jakarta, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melahirkan program penempatan kerja internasional bagi warga Jakarta. Program bertajuk Karir Internasional: Pramudi Profesional di Jepang itu resmi diluncurkan di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur, Senin, 11 Mei 2026.
Peluncuran program tersebut disambut antusias ratusan peserta. Sekitar 400 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti sosialisasi dan penjelasan teknis mengenai peluang kerja sebagai pengemudi profesional di Jepang melalui skema Specified Skilled Worker (SSW).
Program ini dirancang sebagai kerja sama strategis untuk membuka akses kerja luar negeri bagi putra-putri Jakarta, sekaligus menekan angka pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui peluang penghasilan kompetitif.
Acara peluncuran dihadiri Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Syarifudin, pejabat PPKD Jakarta Timur, perwakilan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, staf khusus Menteri Ketenagakerjaan, Direktur Utama PT Yanbu Al Bahar Hakim Abdullah Bala’mash, serta sejumlah pejabat instansi terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Khoirudin menegaskan DPRD DKI Jakarta berkomitmen menghadirkan program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan perluasan lapangan kerja.
“Salah satunya melalui program Karir Internasional Pramudi Profesional di Jepang yang memberikan kesempatan bagi putra-putri Jakarta untuk bekerja secara profesional melalui skema SSW,” ujar Khoirudin.
Ia menjelaskan, peserta program akan mendapatkan pelatihan bahasa Jepang dan keterampilan mengemudi berstandar internasional. Program tersebut menyasar lulusan SMA/SMK berusia 25 hingga 35 tahun yang telah memiliki SIM A minimal tiga tahun.
Menurut Khoirudin, peluang kerja ini menawarkan penghasilan yang cukup menjanjikan, berkisar antara Rp25 juta hingga Rp40 juta per bulan.
“Manfaatkan peluang ini dan buktikan bahwa pekerja Jakarta mampu bersaing di tingkat global,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disnakertransgi DKI Jakarta, Syarifudin, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
“Diperlukan langkah nyata untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di kancah internasional,” ujar Syarifudin.
Ia menegaskan, Pemprov DKI Jakarta tidak hanya fokus pada penempatan tenaga kerja ke luar negeri, tetapi juga pada peningkatan kualitas SDM melalui penguasaan bahasa, keterampilan kerja, disiplin, etos kerja, hingga penguatan integritas dan sopan santun sebagai identitas pekerja Indonesia di mata dunia.
Menurutnya, keberhasilan penempatan PMI di luar negeri ditentukan oleh tiga aspek utama, yakni kompetensi berstandar internasional, kesehatan fisik, dan kesehatan mental.
Selain membuka peluang kerja sebagai pramudi profesional, PT Yanbu Al Bahar juga diketahui menempatkan PMI ke Jepang di sejumlah sektor lain seperti perhotelan, konstruksi, kaigo atau caregiver, serta restoran.