Ternate – Panitia Seleksi Calon Petugas Haji Daerah (PHD) Provinsi Maluku Utara resmi membuka pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah (PHD) Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Proses rekrutmen ini terbuka untuk umum dan dilaksanakan secara transparan tanpa pungutan biaya.
Ketua Panitia Seleksi PHD Provinsi Maluku Utara, Fadly U Muhamad, menjelaskan bahwa seluruh tahapan seleksi mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Nomor SD-111/BN.4/2026.
“Pendaftaran dibuka bagi masyarakat yang memenuhi kriteria penerimaan dan tidak dipungut biaya. Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan,” ujar Fadly kepada rri.co.id di Ternate, Senin (19/1/2026).
Ia menuturkan, seleksi PHD mencakup dua bidang layanan, yakni Pelayanan Umum dan Pelayanan Kesehatan. Kedua bidang tersebut disiapkan untuk memperkuat pelayanan kepada jemaah haji asal Provinsi Maluku Utara selama pelaksanaan ibadah haji.
Persyaratan Umum
Calon peserta wajib memenuhi persyaratan umum, antara lain Warga Negara Indonesia, beragama Islam, memiliki rekomendasi Gubernur, surat permohonan kepada Gubernur cq. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Maluku Utara, sehat jasmani dibuktikan dengan istitha’ah kesehatan, memiliki integritas dan komitmen pelayanan jemaah, serta mampu mengoperasikan Microsoft Office dan aplikasi pelaporan berbasis Android atau OS lainnya.
Persyaratan Khusus
Untuk Pelayanan Umum, pelamar berusia 30–58 tahun, berpendidikan minimal sarjana, memiliki kemampuan manajerial, memahami manasik dan alur perjalanan haji, mampu membaca Al-Qur’an, serta diutamakan berbahasa Arab atau Inggris dan pernah menunaikan umrah.
Jadwal Seleksi
Pendaftaran dibuka pada 17–21 Januari 2026, dilanjutkan Tes CAT pada 22 Januari 2026, dan pengumuman hasil seleksi pada 23 Januari 2026. Sekretariat pendaftaran berlokasi di Asrama Haji Ngade, Ternate, dengan kontak panitia Nurhasna (081388558010) dan Taty Djafar (082189803973).
Fadly juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap praktik penipuan. “Jika ada oknum yang mengatasnamakan panitia dan menjanjikan kelulusan, kami pastikan itu penipuan. Sesuai instruksi Ibu Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur, seluruh proses berjalan sesuai ketentuan,” ucapnya.