Morotai – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Pertanian Bogor (IPB) melaksanakan pemasangan Automatic Weather Station (AWS) di kawasan transmigrasi Kabupaten Pulau Morotai. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam memajukan pertanian cerdas dan kemandirian wilayah di Indonesia Timur.
AWS merupakan inovasi jaringan stasiun cuaca otomatis berbasis komunitas yang menyediakan data cuaca lokal secara akurat untuk mendukung pengambilan keputusan di sektor pertanian.
Data tersebut membantu petani menentukan jadwal tanam, pemupukan, pengendalian hama, panen, serta memberikan peringatan dini terhadap potensi serangan penyakit dan hama tanaman.

Ketua TEP Pulau Morotai, Alfian Helmi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata kontribusi IPB University dalam memperkuat sistem pertanian berbasis data. Pemasangan AWS juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pemetaan komoditas unggulan daerah yang tengah dilakukan di kawasan transmigrasi.
“Dengan teknologi ini, petani dapat lebih tangguh menghadapi ketidakpastian iklim dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan,” ujar Alfian, Kamis (23/10/2025).
Ia menambahkan, integrasi antara pemasangan AWS dan pemetaan komoditas unggulan merupakan pendekatan ilmiah yang menghubungkan riset spasial, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin memastikan pengembangan pertanian di Morotai dilakukan secara berbasis data dan berkelanjutan. AWS menjadi bagian penting dari upaya IPB menyediakan sistem informasi agroklimat yang dapat digunakan langsung oleh petani dan pemangku kepentingan daerah,” tambahnya.
Dalam kegiatan yang sama, tim IPB University juga melakukan kajian mendalam mengenai potensi sumber daya lokal, analisis rantai nilai, serta strategi hilirisasi komoditas unggulan. Hasil kajian ini akan menjadi dasar penyusunan peta jalan pengembangan pertanian Morotai yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai, Tamhid Bilo, menyampaikan apresiasi atas kontribusi IPB yangi sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kolaborasi dengan IPB memberikan arah baru bagi pembangunan pertanian Morotai. Data cuaca dan hasil kajian komoditas unggulan ini akan menjadi pondasi penting dalam menentukan kebijakan pertanian Morotai ke depan,” ujar Tamhid, mengakhiri.