Kota Ternate

Doa Bersama Tokoh Lintas Agama Demi Kedamaian

×

Doa Bersama Tokoh Lintas Agama Demi Kedamaian

Sebarkan artikel ini
Zikir dan doa bersama untuk negeri dilakukan Para tokoh lintas agama di Kota Ternate. (Foto: RRI/KBRN)

Ternate – Para tokoh lintas agama di Kota Ternate menggelar doa bersama dan zikir di aula Kantor Asrama Haji, Rabu pagi (9/10). Suasana  khidmat mewarnai kegiatan yang bertujuan mendoakan kedamaian, khususnya Kota Ternate dan secara umum Maluku Utara.

Acara ini merupakan bentuk solidaritas dan persatuan antar umat beragama dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa. Selain keselamatan nasional, doa juga dipanjatkan agar Ternate dan Maluku Utara dijauhkan dari bencana, diberkahi keamanan, serta masyarakatnya senantiasa hidup dalam ketenteraman.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara dan dilaksanakan oleh Kemenag Kota Ternate ini melibatkan perwakilan dari berbagai agama, seperti Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, dan Buddha. Hadir pula TNI-Polri, serta masyarakat umum dari beragam latar belakang.

Wali Kota Ternate, M.Tauhid Soleman, dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai simbol kuatnya toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman.

“Doa adalah bentuk pengharapan tertinggi kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ini adalah ikhtiar kita sebagai manusia agar negeri ini senantiasa dibalut kedamaian,” ujar Tauhid.

Ia menambahkan, di tengah berbagai konflik yang terjadi dalam ranah politik, ekonomi, maupun budaya, tokoh agama tetap menjadi pilar utama penjaga perdamaian.

“Ketika terjadi goncangan atau kekacauan, kita kembali mencari pemimpin agama. Mereka masih diakui sebagai tokoh kedamaian dan pemersatu,” katanya lagi.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Kota Ternate, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan mahasiswa untuk menjaga kedamaian bersama.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *