BERITA REDAKSIGubernur Malut

Samsuddin: Sekolah Rakyat Jawaban Nyata Presiden untuk Rakyat

×

Samsuddin: Sekolah Rakyat Jawaban Nyata Presiden untuk Rakyat

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Samsuddin A Kadir, saat diwawancarai awak media usai RDP dengan Komisi I DPRD. (Foto: RRI/KBRN)

Ternate – Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, memberikan apresiasi mendalam terhadap hadirnya Sekolah Rakyat, program pendidikan berasrama yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program ini menjadi jawaban konkret atas persoalan klasik kemiskinan struktural, terutama yang dialami kelompok masyarakat miskin ekstrem di kategori desil I dan II.

“Sekolah ini menjawab kesulitan-kesulitan. Siswa tinggal di asrama, seluruh fasilitas sudah disiapkan oleh negara. Tinggal belajar saja,” kata Samsuddin, Selasa (15/7/2025).

Program Sekolah Rakyat di Maluku Utara telah dimulai dengan penerimaan 50 siswa SMP dan 50 siswa SMA. Seluruh biaya pendidikan, seragam, kebutuhan pribadi seperti sabun mandi, sikat gigi, hingga laptop untuk tiap siswa, sepenuhnya ditanggung oleh negara. Konsep ini menjadikan Sekolah Rakyat sebagai pendidikan bebas beban finansial bagi keluarga miskin ekstrem.

Mengapa Harus Sekolah Rakyat?

Menurut Samsuddin, realitas sosial menunjukkan bahwa kelompok masyarakat yang sudah berada di atas secara ekonomi akan lebih mudah mempertahankan statusnya, sementara mereka yang di bawah akan terus terjebak tanpa akses dan kesempatan yang setara.

“Kalau ini tidak diintervensi dengan kebijakan afirmatif, maka siklusnya akan tetap begitu. Orang kaya tetap di atas, yang miskin sulit berkembang,” ujarnya.

Inilah mengapa, menurut Samsuddin, kebijakan seperti Sekolah Rakyat menjadi sangat penting. Presiden Prabowo disebut sebagai salah satu pemimpin yang sadar akan ketimpangan itu, dan mengambil langkah nyata untuk meretas rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan berkualitas dan inklusif.

“Mungkin hanya satu dua pemimpin yang berpikir menyentuh sampai ke desil 1 dan 2. Dan hari ini, itu dilakukan oleh Bapak Presiden,” kata Samsuddin.

Sementara itu, untuk kepemimpinan daerah, salah satu pemimpin yang memiliki kebijakan pro rakyat adalah Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe. Meskipun dengan status “orang berduit” mereka memikirkan kondisi ekonomi masyarakat agar keluar dari lingkaran kemiskinan.

“Baru beberapa bulan menjabat, kita bisa lihat kebijakannya, dengan membebaskan iuran komite sekolah, bantuan rumah layak huni, beasiswa pendidikan tinggi, dan program lainnya,”kata Samsuddin.

Langkah Nyata Pemerintah Melalui Pendidikan

Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan fasilitas belajar, tetapi juga menanamkan konsep kehidupan berasrama yang tertib dan terintegrasi. Seluruh kebutuhan siswa disiapkan dari bangun pagi hingga tidur malam. Setiap anak diasramakan dan diajarkan hidup mandiri, terstruktur, dan fokus pada pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan.

Dengan pola pengasuhan kolektif, didukung fasilitas lengkap, jaringan internet, pengawasan CCTV, hingga pendampingan psikologis, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi model baru pendidikan berbasis kesejahteraan dan pemerataan.

Tahap awal program ini dimulai di Sofifi dan Ternate, dan akan menjadi model yang diharapkan hadir di wilayah-wilayah lain dengan konsentrasi kemiskinan ekstrem tinggi di Maluku Utara.

“Ini bukan hanya soal pendidikan. Ini adalah tentang memutus rantai kemiskinan dengan cara yang bermartabat,” ucap mantan Pj. Gubernur Malut ini.

Sumber: RRI Ternate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *