Kota Ternate

Longsor Jalan Ngade Membahayakan Pengguna Jalan, Pemerinta Diminta Turun Perbaiaki

×

Longsor Jalan Ngade Membahayakan Pengguna Jalan, Pemerinta Diminta Turun Perbaiaki

Sebarkan artikel ini
Kondisi Longsor di Kawasan Jalan Ngade, Ternate Selatan Akibat Hujan Deras. (Foto: IST/FAKTA)

Ternate, FaktaInvestigasi – Hujan deras yang mengguyur wilayah Ternate sejak, Jumat (20/6/2025) malam, mengakibatkan akses jalan utama di kawasan Ngede, Ternate Selatan  mengalami longsor sehingga sebagian badan jalan di kawasan tersebut ikut amblas dan membahayakan pengguna jalan.

Dari lokasi pantauan, Senin (23/6/2025), ruas jalan utama tepatnya di depan benteng Kota Janji, terjadi antrian panjang kendaran akibat longsor, sehingga jalan tersebut hanya bisa digunakan satu arah saja.

Idar,  salah satu warga di lokasi longsor mengatakan, curah hujan yang tinggi mengakibatkan drainase di lokasi tersebut tidak mampu menampung debit air, sehingga air meluap ke jalan dan bermuara di lokasi longsor. “Drainase tersumbat sehingga air mengalir ke badan jalan dan jatuh ke area longsor,” ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan Joko, penjual bakso di lokasi tersebut. Menurutnya akibat longsor yang terjadi, ruas jalan utama tersebut mengalami kepadatan kendaraan yang mengantri untuk bisa melintas. “Semua kendaraan mau lewat jalur sini karena mungkin lebih cepat, sehingga terjadi kepadatan di jam jam tertentu,” ucapnya.

Suasana arus lalu lintas di kawasan Ngade yang mengalami longsor, Senin (23/6/2025). (Foto: RRI/FAKTA)

Hal yang sama juga dikatakan Amalia, mahasiswi salah satu Universitas yang mengaku sangat terganggu akibat longsor tersebut.  “Saya berharap semoga secepatnya longsor ini segera diperbaiki, sehingga tidak membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat yang melintas,” ucapnya.

Terpisah, pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional, melalui Kepala BPJN Maluku Utara, Togap Harianto Mani mengatakan, pihaknya telah turun langsung untuk melihat kondisi longsor den berharap secepatnya bisa diperbaiki.

“Tim kemi telah turun ke lokasi dan telah membuat laporan. Kami masih harus menunggu anggaran dari pusat untuk penanganan,” ucapnya mengakhiri.

KBRN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *