Ternate, Fakta – Polda Maluku utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Maluku Utara 2024. FGD ini digelar di Hotel Batik, Ternate, Senin (12/8/2024).
Diskusi ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Bina Masyarakat Polda Maluku Utara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Maluku Utara. FGD dibuka secara langsung oleh Direktur Intelkam Polda Maluku Utara.
Narasumber dari KPU Provinsi Maluku Utara, Mohtar Yusuf mengatakan, mahasiswa adalah intelektual yang memiliki tempat istimewa di mata masyarakat. Mahasiswa dianggap memiliki peranan penting dalam sejarah berdirinya pemerintahan Indonesia.
“Terutama dalam menyambung suara rakyat yang dipercaya masih begitu jujur, idealis dan bebas dari tunggangan kelompok manapun”, ujarnya.
Sementara itu, Komisioner Bawaslu Maluku Utara Sumitro, mengatakan dalam bidang politik mahasiswa tidak harus terjun ke lapangan bermain dengan para pemangku kepentingan elit politik. Sebagai agen perubahan, mahasiswa cukup memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya berdemokrasi bagi bangsa dan negara.
Masyarakat menilai mahasiswa adalah orang yang berpendidikan dan mempunyai kemampuan dalam keilmuan yang dipelajarinya. Kepercayaan dari masyarakat itu yang menjadikan mahasiswa poros penting dalam berkehidupan termasuk persoalan sosial dan politik.
“Setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu, selalu diawasi oleh Bawaslu”, ucapnya.
Narasumber dari Direktorat Bina Masyarakat Polda Maluku Utara, Santoso, mengatakan kepolisian dipastikan akan terus mengawal dan menjaga situasi kamtibmas. Termasuk pergerakan masyarakat di duni siber atau media sosial yang dituntut untuk selalu berhati-hati dalam setiap postingannya.
“Di tahun politik ini, mahasiswa sebaiknya memilah terlebih dahulu berbagai informasi yang ada. Termasuk informasi yang beredar di media sosial”, ujarnya.
AD/RRI