BERITA REDAKSI

Pustu Kawasi dan Soligi Perkuat Layanan Kesehatan Warga Pulau Obi

×

Pustu Kawasi dan Soligi Perkuat Layanan Kesehatan Warga Pulau Obi

Sebarkan artikel ini

HALSEL, FaktaInvestigasi – Kehadiran Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Kawasi dan Desa Soligi semakin mendekatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.

Warga kini memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar, termasuk pemeriksaan kesehatan serta layanan ibu dan anak. Di Desa Soligi, pelayanan melibatkan tenaga kesehatan Pustu dan kader Posyandu dengan dukungan sarana kesehatan dari Harita Nickel.

Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan, Asia Hasjim, SKM., M.Kes., mengatakan bangunan dan peralatan medis yang tersedia di Pustu Soligi telah memenuhi standar pelayanan.

Dari sisi sumber daya manusia, menurut Asia, Pustu Soligi juga memiliki tenaga kesehatan yang memadai untuk melayani penduduk desa yang kini mencapai lebih dari 2.500 jiwa.

“Secara standar, pelayanan dasar di tingkat desa biasanya hanya diampu oleh satu perawat atau bidan. Namun, di Pustu Soligi saat ini sudah ditunjang oleh tiga bidan. Hal ini membuat proses pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan sangat optimal dan benar-benar sesuai standar,” ujar Asia, Rabu (8/10/2026).

Asia mengatakan, penguatan pelayanan kesehatan di Soligi juga berjalan beriringan dengan peningkatan fasilitas kesehatan di Desa Kawasi.

Menurutnya, Pustu Kawasi hadir sebagai “Pustu Plus” dan menjadi satu-satunya Puskesmas Pembantu di Halmahera Selatan yang dilengkapi dokter umum serta sarana dan prasarana modern.

“Pustu Kawasi merupakan satu-satunya Pustu Plus di Halmahera Selatan. Selain memiliki dokter umum, perawat, dan bidan, fasilitas ini juga sudah dilengkapi dengan layanan USG untuk pemeriksaan ibu hamil. Proses pelayanannya sangat baik dan sudah sesuai dengan standar pelayanan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Asia menambahkan, kolaborasi program kesehatan antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan Harita Nickel sejauh ini berjalan baik. Salah satunya melalui keberlanjutan program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat di wilayah operasional perusahaan.

Dari Pengobatan Tradisional ke Layanan Kesehatan

Bidan Pustu Soligi, Rasna La Saria, mengatakan pelayanan kesehatan di desa tersebut sempat menghadapi tantangan budaya dan kebiasaan masyarakat.

Saat awal bertugas, kata Rasna, sebagian warga masih memilih pengobatan tradisional dengan memanfaatkan ramuan daun-daunan. Bahkan, untuk proses persalinan, sebagian warga masih mempercayakannya kepada dukun kampung.

“Seiring berjalannya waktu, termasuk saat warga melihat kami bisa menangani pasien yang bersalin, masyarakat berangsur-angsur menaruh kepercayaan kepada kami dan mulai datang ke fasilitas kesehatan yang tersedia di desa,” kata Rasna.

Kini, Pustu Soligi mulai ramai didatangi ibu hamil untuk memeriksakan kondisi kehamilan mereka. Kunjungan terbanyak biasanya terjadi pada minggu pertama dan kedua setiap bulan, dengan pelayanan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.30 WIT.

Untuk menjaga kesehatan dan keselamatan ibu serta janin, Kelas Ibu Hamil juga dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan memanfaatkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Dalam kegiatan tersebut, ibu hamil diberikan edukasi mengenai berbagai tanda bahaya kehamilan, seperti demam tinggi dan pendarahan, serta pentingnya segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami kondisi tersebut.

Selain pelayanan ibu hamil, penanganan masalah gizi dan stunting juga menjadi perhatian. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dilaksanakan empat kali dalam sebulan.

Bantuan nutrisi dari Harita Nickel kemudian diolah kader Posyandu menjadi berbagai menu makanan bergizi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal.

“PMT kaya gizi dan berdampak baik bagi anak-anak. Kami menyediakan bubur daun kelor, bubur ayam, bubur wortel, serta bubur kacang hijau untuk memberikan asupan serat dan energi tambahan,” ujar kader Posyandu Desa Soligi, Endang Basir.

Menurut para kader, variasi makanan tersebut turut membantu meningkatkan nafsu makan dan berat badan anak secara bertahap.

Pelayanan kesehatan di Soligi juga didukung fasilitas yang lebih memadai. Sebelumnya, pelayanan kepada masyarakat dilakukan di gedung Polindes lama yang relatif sempit dan memiliki fasilitas terbatas.

Harita Nickel kemudian membangun gedung Pustu yang lebih representatif dan dilengkapi sejumlah peralatan medis untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.

Manfaat program PMT salah satunya dirasakan Umra Muahamat, warga Desa Soligi. Ia mengaku berat badan anaknya sebelumnya berada jauh di bawah angka ideal untuk usianya.

Setelah mengikuti program PMT serta menerapkan edukasi gizi yang diberikan kader Posyandu dan bidan, kondisi anaknya berangsur membaik.

“Perubahan yang terjadi pada anak saya sudah jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Sekarang anak saya sudah banyak makan dan berat badannya juga naik. Saya sangat bahagia,” tuturnya.

Pustu Kawasi Dekatkan Pelayanan Kesehatan

Sementara di Desa Kawasi, Pustu yang berada di kawasan Pemukiman Baru juga menjadi fasilitas penting dalam mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat.

Pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan Harita Nickel. Pustu Kawasi telah beroperasi secara resmi sejak 2024.

Pelayanan di fasilitas kesehatan tersebut didukung satu dokter umum, lima perawat, dan tiga bidan. Penempatan tenaga kesehatan serta operasional pelayanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *