BERITA UTAMA

Bupati Halut Kawal Identifikasi Korban WNA Dukono

×

Bupati Halut Kawal Identifikasi Korban WNA Dukono

Sebarkan artikel ini
Bupati Halut,Piet Hein Babua

TOBELO, FaktaInvestigasi- Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara memastikan terus mengawal proses identifikasi dua warga negara asing asal Singapura yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono. Di saat yang sama, masyarakat diminta tetap mematuhi ketentuan dan larangan aktivitas di kawasan rawan bencana gunung api tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, usai meninjau langsung proses identifikasi korban di ruang jenazah RSUD Tobelo, Senin (11/5/2026).

Sebelumnya, tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, dan masyarakat berhasil mengevakuasi tiga korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono pada Minggu, 10 Mei 2026. Dua korban diketahui merupakan wisatawan asing asal Singapura, sementara satu korban lainnya adalah warga negara Indonesia.

Menurut Piet Hein, kondisi jenazah dua korban WNA saat ditemukan sudah tidak utuh dan hanya menyisakan serpihan tulang akibat dampak erupsi. Seluruh bagian tubuh yang ditemukan kini diamankan di RSUD Tobelo untuk kepentingan identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification Polda Maluku Utara.

“Saat ini kami melihat langsung proses identifikasi oleh pihak kepolisian. Saya juga didampingi Wakapolda Maluku Utara untuk memantau proses tersebut di RSUD Tobelo,” ujar Piet Hein di hadapan awak media.

Ia menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan awal Tim DVI Polda Maluku Utara, ditemukan dugaan bagian rahang dari dua korban WNA asal Singapura. Namun demikian, pemerintah daerah masih menunggu hasil resmi identifikasi yang diperkirakan memakan waktu sekitar dua pekan.

“Semua masih menunggu proses identifikasi. Untuk sementara serpihan jenazah diamankan di RSUD Tobelo,” katanya.

Pemerintah daerah juga masih menunggu keputusan pihak keluarga terkait pemakaman korban. Menurut Piet Hein, setelah hasil identifikasi selesai, akan dibicarakan apakah jenazah dimakamkan di Indonesia atau dipulangkan ke Singapura.

“Sampai hari ini ada salah satu keluarga yang belum menentukan sikap apakah korban akan dipulangkan atau dimakamkan di sini,” ujarnya.

Dari dua korban WNA tersebut, keluarga korban atas nama Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid telah tiba di Tobelo. Sementara pihak keluarga korban Hen Wen Qiang Timothy hingga kini belum berhasil dikonfirmasi, baik oleh pemerintah daerah maupun pihak imigrasi.

Piet Hein menegaskan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara siap membantu proses pemakaman apabila keluarga korban mempercayakan penanganannya kepada pemerintah daerah.

“Jika pihak keluarga mempercayakan kepada pemerintah daerah untuk melaksanakan pemakaman di sini, maka kami siap memfasilitasi sesuai agama dan kepercayaan mereka,” ucapnya.

Selain memastikan penanganan korban berjalan baik, Bupati juga mengimbau masyarakat agar tetap menaati ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah terkait aktivitas di kawasan Gunung Dukono.

Ia meminta warga maupun pendaki dari luar daerah agar selalu berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara, Pos Pengamatan Gunung Api Dukono Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta pemerintah Desa Mamuya sebelum melakukan perjalanan menuju kawasan gunung.

Menurutnya, koordinasi tersebut penting agar para pendaki mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi aktivitas Gunung Dukono sehingga dapat menghindari risiko saat berada di kawasan rawan erupsi. (Jef)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *