BERITA UTAMA

Bupati Halut Sambut Kedubes Singapura Terkait Korban Erupsi Dukono

×

Bupati Halut Sambut Kedubes Singapura Terkait Korban Erupsi Dukono

Sebarkan artikel ini

HALUT, FaktaInvestigasi — Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua bersama Forkopimda menyambut kedatangan perwakilan Kedutaan Besar (Kedubes) Singapura untuk Indonesia di Kantor Bupati Halut, Desa Gamsungi, Sabtu (9/5/2026).

Kedatangan Sharon Chan selaku First Secretary dan Khairul Anwar Abdul Wahab sebagai Third Secretary itu terkait penanganan korban warga negara asing (WNA) asal Singapura dalam peristiwa erupsi Gunung Dukono yang terjadi pada Jumat, 8 Mei 2026.

Bupati Piet Hein Babua mengatakan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara langsung berkoordinasi dengan pihak Kedubes Singapura setelah menerima laporan adanya korban WNA dalam peristiwa tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa Gunung Dukono merupakan salah satu gunung api aktif yang hampir setiap saat mengalami erupsi, namun tetap menjadi daya tarik wisata pendakian bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ia menegaskan Pemda Halut bersama tim gabungan bergerak cepat melakukan pencarian dan penyelamatan korban melalui BPBD, Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat.

Selain itu, Pemda Halut juga telah menyiapkan penginapan bagi korban WNA sebelum diberangkatkan ke Ternate.

Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf. Alex Donald M.L. Gaol, S.E., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa hingga 9 Mei 2026 sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, termasuk tujuh WNA Singapura yang telah diberangkatkan ke Ternate.

Sementara tiga orang lainnya masih dalam pencarian, terdiri dari dua WNA Singapura dan satu WNI atas nama Enjel.

Operasi SAR melibatkan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya, serta dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari sejak hari pertama operasi.

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., menjelaskan bahwa status aktivitas Gunung Dukono saat ini berada pada Level II atau Waspada.

Ia mengimbau seluruh wisatawan dan pendaki untuk mematuhi rekomendasi otoritas vulkanik dan menjauhi zona bahaya yang telah ditetapkan.

Kapolres juga menyebut terdapat tiga destinasi pendakian populer di wilayah Maluku Utara, yakni Gunung Dukono, Gunung Ibu di Halmahera Barat, dan Gunung Gamkonora.

Terkait insiden tersebut, pemandu pendakian akan diproses hukum karena diduga lalai dalam kegiatan pendakian.

Sementara itu, perwakilan Kedubes Singapura Khairul Anwar Abdul Wahab menyampaikan apresiasi atas sambutan dan penanganan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara bersama seluruh unsur terkait.

Ia mengakui para pendaki melakukan pendakian secara ilegal tanpa izin meski sudah ada larangan dan imbauan resmi terkait status Gunung Dukono yang sedang waspada.

Khairul menegaskan pihak Kedubes akan tetap berada di Halmahera Utara sambil menunggu hasil operasi SAR selama tujuh hari dan akan berkoordinasi dengan keluarga korban terkait pemulangan jenazah ke Singapura.

Operasi pencarian dan penyelamatan korban hingga kini masih terus dilakukan oleh Tim Gabungan SAR Nasional Kabupaten Halmahera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *