Halut – Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Destry Anna Sari bersama Asisten Deputi Literasi dan Penyuluhan Edy Haryana beserta rombongan melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (15/4/2026).
Rombongan tiba di Kantor Bupati Halmahera Utara di Tobelo dan melaksanakan agenda silaturahmi bersama Pemerintah Daerah. Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Halmahera Utara Drs E. J. Papilaya.
Dalam sambutannya, Sekda Halmahera Utara menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas kunjungan Deputi Kementerian Koperasi beserta jajaran ke daerah tersebut.
Ia mengatakan bahwa kehadiran pemerintah pusat di Halmahera Utara merupakan sebuah kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
“Kami merasa sangat senang dan bersyukur karena Ibu Deputi dapat hadir di Tobelo dalam keadaan sehat walafiat. Kehadiran Ibu Deputi bersama jajaran merupakan suatu kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Halmahera Utara,” ujar Sekda.
Sekda juga menegaskan bahwa kunjungan tersebut menjadi bukti perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan koperasi serta pengembangan dunia pendidikan melalui Universitas Hein Namotemo.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi diharapkan mampu mempercepat pembangunan daerah dan membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap kunjungan ini dapat memperkuat hubungan kerja sama ke depan, khususnya antara Kementerian Koperasi, Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara, serta Universitas Hein Namotemo dalam mendorong pengembangan koperasi dan potensi ekonomi daerah,” tambahnya.
Sekda juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri dan Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia atas perhatian dan kepercayaan yang diberikan dengan mengutus jajaran kementerian untuk berkunjung ke Halmahera Utara.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut memperkenalkan filosofi masyarakat Tobelo yang dikenal dengan istilah “Tube Love”, yang berarti saling menyayangi dan saling menghargai antar sesama.
Nilai tersebut, kata dia, menjadi semangat masyarakat Tobelo dalam membangun hubungan harmonis, baik antar warga maupun dengan para tamu yang datang berkunjung.
Di akhir sambutannya, Sekda menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan terdapat keterbatasan dari pemerintah daerah sebagai tuan rumah, seraya berharap hubungan baik antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus terjalin dengan erat.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah di berbagai daerah merupakan bentuk komitmen untuk terus mendorong pembangunan ekonomi berbasis masyarakat.
Ia menegaskan bahwa saat ini pemerintah memberi perhatian khusus kepada generasi muda agar dapat terlibat aktif dalam pembangunan ekonomi melalui koperasi.
“Kami ingin menyampaikan bahwa pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Saat ini kami memberikan perhatian khusus kepada generasi muda agar mereka tidak melewatkan kesempatan untuk berperan dalam pembangunan ekonomi melalui koperasi,” ujarnya.
Menurutnya, kunjungan ke Halmahera Utara tidak hanya sekadar agenda kunjungan ke kampus, tetapi juga untuk mengajak generasi muda memahami bahwa Koperasi Merah Putih dapat menjadi bagian dari masa depan ekonomi bangsa.
Ia juga menyoroti potensi ekonomi daerah, khususnya komoditas kelapa yang memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara optimal.
“Dari satu buah kelapa saja dapat dihasilkan berbagai produk turunan dengan nilai industri yang tinggi. Apabila dikelola dengan baik melalui koperasi, maka masyarakat lokal dapat menjadi pelaku utama yang menikmati manfaat ekonomi dari sumber daya alam yang dimiliki,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga telah menghadirkan investor yang memiliki pengalaman dalam pengolahan produk turunan kelapa. Investor tersebut diharapkan dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta menjadi agregator dalam pengembangan produk berbasis sumber daya alam melalui penguatan koperasi.
Lebih lanjut, Destry Anna Sari menjelaskan bahwa kunjungan tersebut juga merupakan bagian dari upaya menerjemahkan visi pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui program Astacita.
Program tersebut memuat delapan pilar strategis pembangunan nasional yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga generasi muda.
“Karena itu kami berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan kolaborasi yang baik, potensi daerah dapat dikembangkan secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa,” tutupnya. (red)