Halut – Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Halmahera Utara tahun 2026 terus berlanjut. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Halmahera Utara melaksanakan tahapan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU) bagi para calon peserta yang telah lolos seleksi awal.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Computer Assisted Test (CAT) Lantai III Kantor Bupati Halmahera Utara, diawali dengan apel bersama, pengecekan peserta, serta arahan singkat dari Asisten II bidang Bidang Administrasi Umum Setda Halut Drs. Wenas Rompis, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian teknis pelaksanaan seleksi oleh Kepala Badan Kesbangpol Halut, Drs. Anwar S. Kabalmay. Selasa 14/04/2026
Dalam arahannya, Asisten II Drs. Wenas Rompis menyampaikan bahwa seluruh peserta patut bersyukur karena telah diberikan kesempatan mengikuti tahapan seleksi Paskibraka tahun 2026.
“Sebagai umat yang beragama, patut kita memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas kasih dan pemeliharaan-Nya kita semua dapat hadir di tempat ini untuk mengikuti seleksi Paskibraka,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seleksi Paskibraka tahun ini memiliki tingkat persaingan yang lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, para peserta diminta untuk mempersiapkan diri dengan baik, baik dari segi kemampuan, fisik, maupun mental.
“Hari ini adik-adik akan mengikuti tes TWK dan TIU. Selanjutnya pada tanggal 16 dan 17 April akan dilaksanakan tahapan seleksi berikutnya. Karena itu dibutuhkan konsentrasi, stamina, dan kesiapan yang baik dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” jelasnya.
Wenas juga mengingatkan bahwa dari seluruh peserta yang mengikuti seleksi, tidak semuanya akan dinyatakan lulus karena jumlah kebutuhan Paskibraka lebih sedikit dibandingkan jumlah peserta yang mengikuti seleksi.
“Kami berharap adik-adik dapat menunjukkan kemampuan terbaik, mengikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh, serta mempersiapkan diri secara fisik dan mental,” tambahnya.
Ia berharap melalui proses seleksi dan pembinaan yang dilakukan, para calon Paskibraka nantinya dapat tampil maksimal pada upacara pengibaran bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Halut Drs. Anwar S. Kabalmay dalam penyampaian teknis menjelaskan bahwa jumlah pendaftar calon Paskibraka tahun ini mencapai 257 orang, namun setelah melalui tahapan seleksi awal hanya 149 peserta yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tes tertulis TWK dan TIU.
Menurutnya, pada tanggal 7 dan 8 April 2026, panitia telah melaksanakan seleksi awal guna memastikan para peserta benar-benar memenuhi syarat dasar, seperti tinggi badan, kondisi kaki, serta kemampuan dasar Peraturan Baris Berbaris (PBB).
“Tahapan awal ini penting untuk memastikan bahwa peserta yang mengikuti seleksi benar-benar memenuhi kriteria yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pada tahun ini terdapat beberapa penyesuaian dalam proses seleksi, terutama terkait pemeriksaan tinggi badan dan dokumen kesehatan, guna menghindari terjadinya kesalahan data atau manipulasi tinggi badan.
Secara nasional, lanjutnya, standar tinggi badan untuk calon Paskibraka yaitu 170 cm bagi siswa dan 165 cm bagi siswi, sementara untuk tingkat Kabupaten Halmahera Utara diberlakukan diskresi yakni 165 cm bagi siswa dan 160 cm bagi siswi. Namun untuk seleksi menuju tingkat Provinsi Maluku Utara, tetap mengikuti ketentuan standar nasional.
Pelaksanaan tes TWK dan TIU sendiri dibagi dalam tiga sesi, yakni kelompok pertama sebanyak 50 peserta, kelompok kedua 50 peserta, dan kelompok ketiga 49 peserta.
Anwar menegaskan bahwa peserta yang dinyatakan lulus pada tahap ini akan melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya yang dijadwalkan pada 16 dan 17 April 2026, meliputi tes kesehatan, parade, PBB, kesamaptaan, serta tes kepribadian.
Ia juga mengingatkan para peserta agar percaya pada kemampuan diri sendiri saat mengikuti ujian.
“Di dalam ruang tes tidak ada pihak lain yang bisa membantu. Karena itu adik-adik harus percaya diri dan mengerjakan soal dengan kemampuan sendiri. Jika sudah belajar dengan baik, tentu hasilnya juga akan baik,” katanya.
Menurutnya, tugas panitia hanya membantu apabila terjadi kendala teknis selama pelaksanaan tes berlangsung.
Dengan pelaksanaan seleksi yang ketat dan transparan, diharapkan para peserta yang nantinya terpilih benar-benar merupakan putra-putri terbaik Kabupaten Halmahera Utara yang siap mengemban tugas sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026. (red)