Halut – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara melepas ekspor perdana produk turunan kelapa berupa cocopeat dan cocochip yang diproduksi oleh PT Pasific Coir International.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 17.20 Wit di Pelabuhan Kontainer Desa Rawajaya, Kecamatan Tobelo.
Ekspor perdana ini menjadi momentum penting bagi pengembangan industri berbasis kelapa di Halmahera Utara, sekaligus membuka peluang pasar internasional bagi produk olahan sabut kelapa yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, Direktur PT Pasific Coir International Mr. Orhan Yilmaz, Unsur Pimpinan Forkopimda, Sekda Halut Drs. E.J. Papilaya, Para Asisten Setda Halut Staf Ahli dan pimpinan OPD, serta tamu undang.
Dalam sambutannya, Bupati Dr. Piet Hein Babua menyampaikan bahwa ekspor perdana cocopeat dan cocochip merupakan sebuah kebanggaan bagi masyarakat Halmahera Utara.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar pengiriman produk ke luar negeri, tetapi juga menjadi bukti bahwa potensi sumber daya alam daerah, khususnya komoditas kelapa, mampu diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi dan berdaya saing di pasar global.
“Halmahera Utara memiliki potensi kelapa yang sangat besar. Selama ini pemanfaatannya masih terbatas. Namun melalui inovasi dan investasi seperti yang dilakukan oleh PT Pasific Coir International, limbah kelapa berupa sabut kini dapat diolah menjadi cocopeat dan cocochip yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta sangat diminati di pasar internasional,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, lanjut Bupati, memberikan apresiasi atas komitmen perusahaan yang telah berinvestasi dan mengembangkan industri pengolahan kelapa di daerah ini.
Ia menilai kehadiran perusahaan tidak hanya membuka peluang ekspor, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap ekspor perdana ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan. Ke depan kami mendorong agar semakin banyak produk turunan kelapa yang dapat dikembangkan sehingga Halmahera Utara dapat menjadi salah satu pusat industri kelapa unggulan di Indonesia,” katanya.
Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung iklim investasi yang kondusif dengan mempermudah perizinan serta memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Namun demikian, ia juga menyampaikan beberapa catatan penting kepada pihak investor, di antaranya agar perusahaan benar-benar mengakomodasi tenaga kerja lokal, menjaga pengelolaan lingkungan secara bersih dan berkelanjutan, serta menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bagi masyarakat sekitar.
“Dengan adanya komunikasi yang baik antara perusahaan dan masyarakat, maka keberadaan industri ini akan mendapat dukungan penuh dari masyarakat lokal,” tambahnya.
Bupati juga mengungkapkan bahwa produksi sabut kelapa dari salah satu perusahaan di Halmahera Utara dapat mencapai sekitar 100 hingga 150 ton per hari. Potensi bahan baku yang besar tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal melalui pengembangan industri pengolahan sabut kelapa.
Pada kesempatan itu, Bupati secara resmi melepas ekspor perdana cocopeat dan cocochip dengan tujuan negara Taiwan.
Ia berharap produksi dan ekspor produk turunan kelapa dari Halmahera Utara terus berkembang sehingga seluruh potensi bahan baku yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kami berharap ke depan produksi dapat terus ditingkatkan dan diperluas, sehingga Halmahera Utara benar-benar menjadi daerah penghasil produk turunan kelapa yang mampu bersaing di pasar internasional,” pungkasnya. (red)