Halut – Kopra masih menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat di Kabupaten Halmahera Utara. Komoditas ini terus menjadi sumber penghasilan penting bagi banyak petani kelapa di berbagai kecamatan.
Harga kopra di wilayah tersebut hingga Selasa dini hari, 31 Maret 2026, tercatat masih berada pada kisaran Rp14.000 per kilogram. Harga ini memang mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Seorang pengusaha kopra yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pada tahun 2025 harga kopra berada pada kisaran Rp16.000 hingga Rp18.000 per kilogram.
“Kalau dibandingkan tahun lalu memang ada penurunan. Tahun 2025 harga kopra bisa mencapai Rp16.000 sampai Rp18.000 per kilogram,” ungkapnya, Selasa (31/3/2026).
Meski demikian, menurutnya harga Rp14.000 per kilogram saat ini masih tergolong baik dan tetap menguntungkan bagi para petani kopra di daerah tersebut.
Ia menjelaskan bahwa harga kopra yang ditetapkan biasanya bervariasi, tergantung pada kualitas, jumlah, serta permintaan dari petani maupun pengumpul.
“Sementara untuk harga eceran sekitar Rp14.000 per kilogram. Tetapi jika dalam jumlah besar atau partai, biasanya harganya bisa lebih tinggi karena mereka merupakan pengumpul,” jelasnya.
Selain itu, harga juga dipengaruhi oleh kualitas kopra, termasuk kadar air. Kopra dengan kualitas lebih baik atau kadar air yang lebih rendah bisa dihargai lebih tinggi dibandingkan kopra biasa.
“Kalau kualitasnya bagus dan kadar airnya rendah, harganya bisa sampai Rp15.000 bahkan lebih. Jadi harga itu bervariasi tergantung kualitas dan jumlah kopra yang dijual,” tambahnya.
Para pengusaha kopra di daerah tersebut juga menegaskan komitmen mereka untuk tetap memberikan pelayanan yang baik kepada para petani, sekaligus menjaga agar aktivitas perdagangan kopra tetap memberikan keuntungan bagi semua pihak.
Sementara itu, Maria, seorang petani kopra asal Desa Kusuri, Kecamatan Tobelo Barat, mengatakan bahwa harga kopra saat ini masih cukup membantu perekonomian para petani.
“Untuk saat ini harga kopra masih di atas Rp10.000 per kilogram. Dengan harga begitu, torang petani masih bisa terbantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Ia berharap harga kopra tidak mengalami penurunan di bawah angka tersebut, karena komoditas ini menjadi sumber penghasilan utama bagi banyak keluarga di desa.
“Torang berharap harga jangan sampai turun di bawah Rp10.000. Kalau bisa naik lagi tentu lebih baik bagi torang para petani,” harapnya.
Menurutnya, dengan harga kopra yang masih berada di kisaran tersebut, para petani di Halmahera Utara masih dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka.
“Harga kopra sekarang masih bisa dibilang bagus. Masih bisa membantu torang petani untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tuturnya. (Jef)