BERITA UTAMAInfo Lebaran 2026

Lalampa, Takjil Khas Ternate yang Selalu Diburu Saat Ramadan

×

Lalampa, Takjil Khas Ternate yang Selalu Diburu Saat Ramadan

Sebarkan artikel ini
Takjil lalampa yang dijual saat bulan puasa. (Foto: Ant/Fakta)

Ternate – Bulan Ramadan membawa suasana semarak di Kota Ternate. Berbagai pedagang takjil memenuhi sejumlah titik keramaian, menawarkan beragam hidangan khas untuk berbuka puasa.

Di antara banyak pilihan, satu kuliner tradisional selalu menjadi primadona dan paling dinantikan masyarakat, yakni lalampa.

Menjelang waktu berbuka, aroma khas lalampa tercium di berbagai sudut kota. Popularitasnya yang tinggi menjadikan makanan berbahan dasar ketan ini hampir selalu diburu pembeli setiap hari.

Lalampa tidak hanya populer saat Ramadan. Hidangan khas Ternate ini juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner lokal yang tetap diminati pada hari-hari biasa.

Salah satu lokasi favorit untuk berburu lalampa adalah Pasar Higienis Ternate. Pada Sabtu (21/2/2026), antrean panjang terlihat di beberapa gerai yang menjual makanan tersebut, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat.

Marni (48), pedagang takjil yang telah berjualan selama bertahun-tahun, mengaku lalampa selalu menjadi menu paling laris di lapaknya.

“Lalampa paling banyak diminati dibandingkan kue atau takjil lainnya,” ujarnya.

Setiap hari, Marni menyiapkan sekitar 250 buah lalampa untuk dijual.

“Banyak pelanggan yang sudah memesan sejak siang agar tidak kehabisan,” tambahnya.

Selain lalampa, ia juga menjual pisang coe dan asida campur kenari yang cukup diminati pembeli.

Hal serupa disampaikan Rusdi (34), yang membantu istrinya berjualan takjil. Menurutnya, lalampa menjadi produk andalan di gerai mereka.

“Semua dibuat sendiri oleh istri saya. Setiap hari kami menyiapkan sekitar 345 buah dan selalu habis sebelum waktu berbuka selesai,” katanya.

Rusdi menambahkan, permintaan lalampa tidak hanya tinggi saat Ramadan.

“Di hari biasa juga banyak yang memesan, baik untuk oleh-oleh maupun sekadar menikmati rasanya. Lalampa sudah menjadi kuliner khas Maluku Utara yang punya tempat khusus di hati masyarakat,” ujarnya.

Secara tradisional, lalampa dibuat dari beras ketan yang dicampur dengan abon ikan tuna atau ikan julung yang dibumbui rempah khas.

Adonan kemudian dibungkus daun pisang dan dimasak dengan cara dipanggang atau diasapi hingga matang.

Cita rasa gurih dan aroma khas dari proses pengasapan menjadikan lalampa sebagai salah satu kuliner tradisional yang terus bertahan dan dicintai lintas generasi di Ternate.


Sumber: TernateHits

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *