BERITA REDAKSIKota Ternate

TPID Siapkan Langkah Pengendalian Inflasi Ramadan di Ternate

×

TPID Siapkan Langkah Pengendalian Inflasi Ramadan di Ternate

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaol saat memberikan keterangan pada pers di Ternate. (Foto: Indotimur/Fakta)

Ternate – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year-on-year (yoy) Kota Ternate pada awal 2026 mencapai 5,42 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,21. Tekanan inflasi tersebut terutama dipicu oleh kenaikan harga pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menilai inflasi di atas 5 persen tersebut masih berada dalam kondisi relatif terkendali. Pasalnya, lonjakan harga tidak bersumber dari kelompok bahan makanan maupun sembilan bahan pokok yang menjadi konsumsi utama masyarakat.

Menurut Rizal, komponen pembentuk inflasi saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh sektor nonpangan seperti perumahan, air, dan listrik. Kondisi tersebut dinilai bersifat situasional dan belum mencerminkan gangguan serius terhadap daya beli masyarakat.

Meski demikian, TPID tetap mencermati perkembangan inflasi dengan serius agar tidak merembet ke sektor pangan. Rizal menegaskan, intervensi besar akan dilakukan apabila tekanan harga mulai menyentuh bahan makanan dan kebutuhan pokok.

Ia menjelaskan, inflasi di awal tahun juga dipengaruhi oleh belum optimalnya perputaran uang di masyarakat. Hal itu seiring dengan belum berjalannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 secara penuh.

Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), TPID Kota Ternate telah menyiapkan langkah antisipatif. Rapat koordinasi perdana tahun 2026 akan digelar untuk merespons potensi peningkatan permintaan dan menjaga stabilitas harga.

Rizal menyebut TPID bersama pemerintah daerah akan melakukan inspeksi pasar dan pemantauan harga secara rutin. Koordinasi juga diperkuat dengan distributor dan pemasok besar guna memastikan ketersediaan stok sembilan bahan pokok tetap aman.

Selain itu, pengawasan akan difokuskan pada jalur distribusi komoditas pangan dan sayur-mayur. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi hambatan pasokan yang dapat memicu kenaikan harga.

TPID juga berharap kondisi cuaca tetap kondusif agar distribusi bahan pokok dari daerah pemasok berjalan lancar. Pasokan tersebut berasal dari sejumlah wilayah seperti Halmahera Timur, Halmahera Barat, Manado, Makassar, hingga Surabaya.

“Selama jalur distribusi tidak terganggu, kami optimistis inflasi dapat dikendalikan,” ujar Rizal. Ia menegaskan bahwa stabilitas harga menjadi kunci agar aktivitas ekonomi masyarakat Kota Ternate tetap berjalan normal.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *