Halut – Bencana Hidrometeorologi akibat Cuaca Ekstrim di Halmahera Utara sejak Januari 2026 kembali melanda Desa Birinoa Kecamatan Tobelo Barat Halmahera Utara yang merusak 15 unit rumah dan 1 fasilitas umum berupa sekolah. Markas Palang Merah Indonesia (PMI) dan Pemda Halut melalui BPBD terus melakukan intervensi kepada korban terdampak bencana Alam tersebut, pada Minggu (08/02/2026).
Kepala Markas PMI Halmahera Utara A.Rahman Tjereni saat dihubungi media ini, mengatakan bahwa bencana angin puting beliung yang melanda Desa Birinoa, Kecamatan Tobelo Barat, pada 6 Februari 2026 lalu mengakibatkan 15 rumah dan 1 fasilitas umum berupa sekolah menjadi sasaran amukan angin puting.
“Dari 15 KK, sesuai data Assessment relawan PMI Halut terdapat 2 unit rumah rusak berat, 12 rumah rusak sedang dan ringan serta 1 unit sekolah rusak ringan. Korban jiwa yang terdampak sebanyak 63 Jiwa, dan hari ini PMI Halut melaksanakan intervensi Pemeriksaan Kesehatan dan Mendistribusikan 15 paket Heigen Kit untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, karena kebutuhan dasar seperti sembako dan beberapa lainnya telah dipenuhi oleh Pemda Halut melalui BPBD. Sehingga kami PMI mengintervensi kebutuhan lain agar semua kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi seluruhnya sesuai dengan kondisi mereka,” jelasnya Arman, sapaan akrab Kepala Markas PMI Halut.
Selain itu kata Arman bahwa tim relawan PMI masih melakukan Assessment dilokasi untuk memastikan intervensi apa lagi yang nanti diberikan kepada warga terdampak.
Arman juga bilang, PMI Halmahera Utara juga masih menjalankan program Recovery Pasca TDB di lokasi bencana di Loloda Utara hingga tanggal 15 februari 2026 mendatang.
Reporter: Jefry