Tidore – Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe menegaskan pentingnya moderasi beragama di kalangan pelajar untuk menjaga kerukunan di tengah kemajemukan daerah.
Hal itu disampaikannya saat membuka sosialisasi moderasi beragama yang digelar Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di SMAN 8 Tidore Kepulauan, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan yang diikuti ratusan siswa itu bertujuan menanamkan sikap beragama yang adil dan berimbang, serta mendorong toleransi dan saling menghormati sejak dini guna mencegah intoleransi dan perpecahan di masyarakat.
Dalam arahannya, Sarbin menyoroti masih adanya persoalan intoleransi di Maluku Utara.
Ia menyebut kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama di tengah perkembangan daerah.
“Kota Ternate menjadi kota yang tidak intoleran di tengah perkembangan pesatnya. Ini tentu menjadi keprihatinan kita bersama,” kata Sarbin.
Menurut dia, pemerintah melalui Kementerian Agama terus mendorong pengarusutamaan moderasi beragama sebagai cara pandang dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama secara tidak ekstrem.
Sarbin juga mengapresiasi kolaborasi FKUB dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara yang menginisiasi kegiatan tersebut.
Ia menilai sosialisasi moderasi beragama penting dalam membentuk generasi muda yang inklusif dan menjunjung nilai perdamaian.
“Program ini memberi wawasan kepada siswa tentang pentingnya bersikap moderat dalam menghadapi isu keagamaan serta menghargai perbedaan sebagai kekayaan bangsa,” ujar Sarbin.
Sumber: TernateHits