BERITA UTAMAGubernur MalutSejarah

Sejarah Empat Kesultanan Diabadikan dalam Buku Gubernur Sherly Tjoanda

×

Sejarah Empat Kesultanan Diabadikan dalam Buku Gubernur Sherly Tjoanda

Sebarkan artikel ini
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda saat dipodium memberikan paparan soal buku ini merekam peran Kesultanan di Kota Ternate, Jumat (30/1/2026). (Foto: TernateHits/Fakta)

Ternate – Pemerintah Provinsi Maluku Utara meluncurkan buku Empat Kesultanan dan Peradaban di Maluku Utara di Pendopo Kesultanan Ternate, Jumat (30/1/2026).

Buku ini merekam peran Kesultanan Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan dalam membentuk sejarah serta peradaban Maluku Utara.

Peluncuran buku dilakukan langsung oleh Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, didampingi Wakil Gubernur Sarbin Sehe.

Buku tersebut merupakan hasil riset kolaboratif Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Maluku Utara yang dimulai sejak 2024.

Dalam sambutannya, Sherly menegaskan bahwa buku tersebut bukan sekadar dokumentasi sejarah, melainkan upaya merawat identitas budaya daerah.

“Buku ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana kita menjaga jati diri Maluku Utara,” kata Sherly.

Ia mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan cendekiawan dalam menghadirkan karya tersebut.

Menurut Sherly, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari upaya menjaga pengetahuan, nilai, dan identitas lokal.

“Empat kesultanan ini adalah fondasi peradaban Maluku Utara,” ujarnya.

Sherly berharap buku ini dapat menjadi rujukan pembelajaran sekaligus ruang dialog lintas generasi, khususnya bagi anak muda.

“Nilai-nilai yang dijaga oleh empat kesultanan harus menjadi motivasi untuk membawa Maluku Utara tampil di panggung nasional,” katanya.

Ketua ICMI Orwil Maluku Utara, Kasman Hi. Ahmad, mengatakan Maluku Utara memiliki sejarah peradaban yang besar dan kaya, namun membutuhkan upaya serius untuk terus dilestarikan.

“Buku ini adalah hasil kerja keras tim penelitian untuk menunjukkan bahwa Maluku Utara memiliki peradaban yang kuat dan berpengaruh,” ujarnya.

Kasman juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara atas terbitnya buku tersebut.

Ia berharap buku ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda agar tetap berakar pada nilai budaya dan sejarah daerah.

“Pelestarian sejarah adalah kunci membangun generasi yang unggul,” katanya.

Panitia pelaksana melaporkan, kegiatan peluncuran buku dihadiri sekitar 200 peserta yang berasal dari unsur pemerintah provinsi, akademisi, sejarawan, penulis dan penyusun buku, perwakilan Kesultanan Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan, serta pengurus ICMI pusat dan daerah.

Peluncuran buku ditandai dengan penandatanganan replika sampul buku oleh Gubernur Sherly bersama Ketua ICMI Orwil Maluku Utara dan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara.

Gubernur kemudian menyerahkan buku tersebut kepada perwakilan Empat Kesultanan Moloku Kie Raha.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik mengenai peran Empat Kesultanan dalam membentuk peradaban Maluku Utara serta relevansinya dalam kehidupan sosial kontemporer.


Sumber: TernateHits

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *