Ternate – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca dan potensi cuaca ekstrem pada periode 12 hingga 18 Januari 2026.
Imbauan tersebut Merujuk pada rilis resmi BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate. Dalam prakiraannya, BMKG menyebutkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Maluku Utara.
Kondisi tersebut berisiko memicu berbagai dampak lanjutan, seperti banjir dan banjir bandang, tanah longsor, pepohonan tumbang, hingga penurunan jarak pandang yang dapat membahayakan aktivitas masyarakat, khususnya transportasi laut.
Peringatan ini kian relevan setelah terjadinya kejadian pelayaran di wilayah Pulau Taliabu, Selasa (13/1/2026). Sebuah kapal pengangkut kopra melaporkan kandas dan vertikal di perairan Pancoran, Pulau Kano. Meski begitu, seluruh kapal awak berhasil diselamatkan dan telah dievakuasi.
Melihat kondisi tersebut, Gubernur Maluku Utara mengimbau masyarakat agar melakukan perjalanan, terutama melalui jalur laut, jika tidak ada keadaan yang mendesak. Nelayan juga diminta untuk tidak memaksakan aktivitas melaut saat cuaca memburuk serta memastikan kelengkapan alat keselamatan.
“Jika tidak ada hal mendesak yang diharapkan agar menunda perjalanan laut.Terus jaga kondisi cuaca hingga aman di sepanjang garis pantai,” ujar Gubernur Sherly, Rabu (14/1/2026).
Selain itu, operator kapal rakyat dan para nahkoda diingatkan untuk memastikan kelaikan kapal dan kondisi mesin sebelum berlayar, serta selalu memperhatikan informasi cuaca resmi sebagai dasar pengambilan keputusan.
Gubernur juga mengajak masyarakat untuk secara aktif memantau informasi pembaruan dari BMKG serta mengikuti Arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat selama periode potensi cuaca ekstrem guna meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan bersama.