Ternate – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025 mengalami penurunan sebesar 0,59 persen. NTP turun dari 104,38 pada November 2025 menjadi 103,77 berdasarkan hasil pemantauan harga perdesaan di tujuh kabupaten.
Ahli Statistik Madya BPS Provinsi Maluku Utara, Evida Karismawati, menjelaskan penurunan NTP tersebut dipengaruhi oleh lemahnya kinerja beberapa subsektor pertanian. “Tiga subsektor yang mengalami penurunan yakni Tanaman Pangan sebesar 0,29 persen, Tanaman Perkebunan Rakyat 0,88 persen, dan Peternakan sebesar 0,04 persen,” kata Evida.
Sementara itu, dua subsektor lainnya justru mencatatkan kenaikan NTP pada Desember 2025. Subsektor Tanaman Hortikultura naik sebesar 1,49 persen dan Subsektor Perikanan meningkat 0,59 persen.
“Penurunan Indeks Harga yang Diterima Petani hanya terjadi pada Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yang tercatat turun 0,52 persen,” ucap Evida. Sementara empat subsektor lainnya mengalami kenaikan, yakni Tanaman Pangan sebesar 0,07 persen, Hortikultura 1,84 persen, Peternakan 0,29 persen, dan Perikanan 0,81 persen.
Menurut Evida Karismawati, kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani mencerminkan peningkatan harga barang dan jasa yang dikonsumsi petani maupun biaya produksi pertanian. Seluruh subsektor mengalami kenaikan Ib, dengan Tanaman Pangan naik 0,36 persen, Hortikultura 0,35 persen, Tanaman Perkebunan Rakyat 0,37 persen, Peternakan 0,33 persen, dan Perikanan sebesar 0,22 persen.