Sofifi – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus melanjutkan program penyiapan dan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri sebagai upaya membuka peluang kerja internasional bagi putra-putri daerah.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara, Marwan Polisiri, mengatakan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, memiliki visi besar dalam pengembangan keterampilan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di tingkat global.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pertemuan langsung Gubernur Sherly Tjoanda dengan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Jakarta. Dalam pertemuan itu, terungkap bahwa kebutuhan tenaga kerja Indonesia di luar negeri mencapai sekitar 500 ribu orang.
“Ibu Gubernur menyampaikan beberapa ide-ide terkait Maluku Utara dan disambut baik oleh Pak Menteri. Di 2026 ini kita dikasih porsi yang cukup besar untuk pembiayaan untuk mengirim tenaga kerja ke luar negeri,” ujar Marwan di Sofifi, Senin (12/1/2026).
Program ini juga merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemprov Maluku Utara dan BP3MI Manado, yang membawahi wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara. Dari 80 peserta yang telah mengikuti pelatihan, dua orang dinyatakan lolos dan siap diberangkatkan ke luar negeri.
“Kita harus menyesuaikan dengan kepentingan negara tujuan. Kadang di negara tujuan itu membutuhkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Teman-teman yang ikut pelatihan kemarin saat ini masih menunggu untuk disiapkan ke negara tujuan,” ucapnya.
Ia menegaskan, peningkatan kompetensi tenaga kerja membutuhkan proses dan waktu. Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan terus melakukan penguatan kapasitas, terlebih setelah daerah ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat pasca pertemuan Gubernur dengan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.