BERITA UTAMAPerikanan Malut

Strategi Besar Sherly–Sarbin Kejar Kemandirian Fiskal Malut

×

Strategi Besar Sherly–Sarbin Kejar Kemandirian Fiskal Malut

Sebarkan artikel ini
Pertemuan pimpin Wakil Gubernur bersama para Asisten dan UPTD dan Balai Perikanan Kabupaten/kota di Eks Crisan Ternate, Sabtu (11/1/2026). (Foto: RRI/KBRN)

Ternate – Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengintensifkan langkah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan dan kelautan. Melalui rapat teknis maraton pada Jumat, 10 Januari 2026, jajaran Pemprov bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan balai perikanan kabupaten/kota memetakan peluang riil peningkatan kontribusi fiskal daerah.

Rapat berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 18.00 WIB di eks Krisant, Ternate dipimpin Wakil Gubernur Sarbin Sehe. Hadir Asisten I Setda Malut Kadri Laetje, Asisten II Sri Hartati, Asisten III Sukur Lila, Kepala Biro Adpim Rahwan Kasuamba, serta pimpinan UPTD/balai perikanan se-Maluku Utara.

Sebanyak delapan UPTD bidang penangkapan ikan mengikuti rapat, meliputi UPT Ternate (mencakup Halmahera Barat), UPT Halmahera Selatan (mencakup Kepulauan Sula), UPT Halmahera Utara, UPT Tidore Kepulauan (mencakup Halmahera Tengah), dan UPT Morotai.

Selain itu, hadir pula UPT Budidaya Perikanan Halmahera Barat dan Halmahera Selatan, UPT Pengembangan Daya Saing BPMHP Kota Ternate, BP2OK Kota Ternate, serta satu balai konservasi. Total terdapat 14 UPT Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara yang dinilai berpotensi dieksplorasi secara teknis sebagai penopang PAD.

Hasil analisis seharian yang dipimpin Wakil Gubernur dan para asisten menunjukkan gambaran kontribusi PAD yang sangat menjanjikan. Asisten I Setda Malut, Kadri Laetje, mengungkapkan bahwa setidaknya sembilan UPT perikanan dapat segera dioptimalkan melalui perbaikan sistem yang ada.

“Untuk sembilan UPT perikanan diperlukan sentuhan perbaikan sistem rantai dingin, optimalisasi retribusi sarana dan prasarana, retribusi tambat labuh di bawah 30 GT, serta potensi penanganan retribusi ikan di TPI/PPI,” ujar Kadri kepada rri.co.id, usai pertemuan.

Di sektor budidaya, Kadri menekankan peluang signifikan dari revitalisasi tambak udang vaname. Strateginya meliputi penambahan luas dan volume tambak, konversi sistem tradisional plus menuju supra-intensif, serta pengoperasian tambak Millennial Shrimp Farming (MSF) yang dibangun DKP pada tahun 2022–2023 di Halmahera Barat, Halmahera Selatan, dan Tidore Kepulauan namun belum optimal.

“Tambak MSF jangan dibiarkan parkir. Harga udang vaname saat ini berkisar Rp130.000–Rp150.000 per kilogram dengan RC sekitar 1,7, sehingga secara ekonomi sangat layak dan berpotensi memberi pendapatan signifikan,” ucapnya.

Sementara di bidang daya saing, Balai Pengujian Mutu Perikanan di Bastiong, Ternate—yang pernah meraih akreditasi A dan SNI—dinilai strategi untuk dihidupkan kembali. Fungsi sampelnya antara lain analisis penelitian mahasiswa S1 dan S2 perikanan, pengujian sampel program SPPG/MBG, serta analisis biologi dan kimia perairan di zona eksploitasi pertambangan melalui kerja sama berkelanjutan.

Eksplorasi peluang PAD dari sektor perikanan dan kelautan ini menjadi bagian dari agenda besar kepemimpinan Sherly Tjoanda–Sarbin Sehe untuk mendorong pertumbuhan pendapatan daerah yang berakhir pada pembiayaan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku Utara.

“Arahan Gubernur jelas, kita bergerak cepat kemandirian fiskal,” kata Kadri.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *