BREAKING NEWSKab HalbarPeristiwa

Pasca Bencana Banjir, Bantuan Tak Kunjung Tiba di Desa Pumadada

×

Pasca Bencana Banjir, Bantuan Tak Kunjung Tiba di Desa Pumadada

Sebarkan artikel ini
Rumah warga Desa Pumadada, Kecamatan Loloda Tengah, Kabupaten Halmahera Barat, yang terkena musibah banjir bandang dan merendam sejumlah rumah warga. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 5 Januari 2026. (Dok. Fakta/Istimewah)

Halbar – Warga Desa Pumadada, Kecamatan Loloda Tengah, Kabupaten Halmahera Barat kembali dikejutkan dengan bencana banjir yang merendam sejumlah rumah warga. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 5 Januari 2026.

Salah satu warga Desa Pumadada Rifo Tabisi kepada media ini, Minggu (11/1/2026) siang, menjelaskan, banjir mulai terjadi sekitar pukul 02.30 WIT hingga pukul 18.00 WIT. Setelah sempat surut selama kurang lebih lima jam, banjir kembali terjadi pada pukul 02.00 WIT dini hari dengan debit air yang lebih besar, sehingga memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Tekanan air kali ini lebih kuat, warga tidak punya pilihan selain menyelamatkan diri,” ujar Rifo.

Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat, akibat hantaman arus banjir kali.

Rifo menambahkan, pasca bencana warga terpaksa melakukan kerja bakti selama kurang lebih dua hari, yang berdampak pada terganggunya aktivitas sehari-hari.

“Meskipun tidak ada korban jiwa, beberapa rumah warga mengalami kerusakan cukup serius,” terangnya.

Pemerintah Desa Pumadada, lanjut Rifo, telah melakukan pendataan terhadap warga terdampak agar apabila bantuan dari Pemerintah Daerah disalurkan, dapat langsung diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Namun hingga saat ini, bantuan tersebut belum juga diterima warga. Berdasarkan informasi dari Pemerintah Desa dan Bhabinkamtibmas, bantuan dari Pemerintah Daerah sebenarnya telah tersedia, namun masih tertahan di Kecamatan Loloda, Desa Kedi, dan belum disalurkan selama hampir dua hari.

“Bantuan sudah ada, tetapi masih terparkir di Kecamatan Loloda dan belum sampai ke warga Pumadada,” jelasnya.

Rifo menyayangkan keterlambatan tersebut dan menilai adanya kesan tebang pilih dalam penanganan bencana.

“Jujur, kami tidak berharap berlebihan. Namun tindakan pemerintah seperti ini menunjukkan seolah-olah bencana di Desa Pumadada dianggap tidak penting hanya karena tidak ada korban jiwa,” tutupnya.


Reporter: Abdul Jalil Idrus
Editor: Aldy M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *