Ternate – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Provinsi Maluku Utara pada beberapa hari ini terakhir mengakibatkan terjadinya sungai luapan yang mengakibatkan banjir di beberapa desa di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat.
Debit air semakin tinggi yang mengakibatkan beberapa sungai meluap serta tanggul dan bronjong jebol mengakibatkan menggenangi pemukiman warga di beberapa Desa yang mengakibatkan warga terjebak.
Mendapat informasi dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, Tim Rescue Kantor SAR Ternate dibelah menjadi 2 SRU m yang diberangkatkan ke Halmahera Barat.
SRU 1 Kapal KN SAR 237 Pandu Dewanata Bergerak dari Pelabuhan Ahmad Yani menuju Pelabuhan Jailolo dengan membawa peralatan guna keperluan operasi SAR.
Sementara SRU 2 menggunakan Personil Mobil Rescue dan Truk menuju Pelabuhan Sidangoli kemudian bergerak langsung menuju lokasi banjir di Kecamatan Ibu untuk melakukan bantuan evakuasi terhadap warga yang masih terjebak banjir.
Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2025) menjelaskan, tim yang diterjunkan tersebut untuk melakukan upaya pertolongan terhadap warga yang terkena dampak terutama pada korban yang terjebak banjir.
“Tim akan melaksanakan tugas bersama dengan SAR gabungan,” ujarnya.
Sepuluh Desa yang terdampak banjir dan longsor tersebut adalah, Desa Duono Kecamatan Tabaru, Desa Gamlamo Kecamatan Ibu dan Desa Tongute Ternate Asal, Desa Tongute Ternate, Desa Tahafo, Desa Togola Sanger, Desa Talaga, Desa Gamkonora, Desa Ngawet, Gunung Cengki Desa Ngalo-Ngalo.
Tidak ada yang terlibat. Basarnas, BPBD Provinsi Maluku Utara, BPBD Halmahera Barat, TNI/POLRI, Potensi SAR lainnya dan masyarakat setempat.