Sofifi – Seluruh rangkaian kegiatan Perkemahan Madrasah Tingkat Provinsi (PMTP) ke IV Tahun 2025 diakhiri dengan prosesi pembakaran api elang yang berlangsung khidmat di lapangan upacara Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, dipimpin langsung oleh H. Jisman Majid pada Sabtu (3/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Jisman Majid membacakan sejarah api puncak sebagai bagian dari tradisi peradaban manusia sejak masa nenek moyang. Seiring berjalannya waktu, kebiasaan berkumpul di sekitar api unggun sambil bernyanyi dan berinteraksi sosial inilah yang kemudian menginspirasi para pendiri Gerakan Pramuka menjadikannya sebagai sarana pendidikan karakter dalam kegiatan kedatangan.
Api angsa dalam kepramukaan dipahami sebagai kegiatan pendidikan di alam terbuka, khususnya pada malam hari, yang berfungsi menumbuhkan aspek kejiwaan peserta didik. Melalui suasana hangat dan penuh kebersamaan, peserta diajak untuk mengembangkan keberanian, kedisiplinan, kerja sama, serta rasa persaudaraan.
“Kegiatan ini juga menjadi media refleksi nilai-nilai kepramukaan yang selaras dengan metode pendidikan nonformal berbasis pengalaman langsung di alam bebas,” ujarnya.
Jismam menambahkan, nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial ditanamkan melalui kegiatan ini sebagai bagian dari pembentukan karakter pramuka madrasah yang berakhlak mulia.
“Dengan prosesi pembakaran api unggun diharapkan menjadi simbol kehangatan dan semangat baru bagi kemajuan madrasah pramuka di Maluku Utara,” ujarnya.
Melalui kegiatan kepramukaan yang edukatif dan bermakna, diharapkan lahir generasi muda madrasah yang tangguh, berkarakter, serta siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.