BERITA UTAMAKota TernateSosok

Kesultanan Ternate Memberi Gelar Adat Pada Ma’ruf Amin “Joguru Lamo Bantani”

×

Kesultanan Ternate Memberi Gelar Adat Pada Ma’ruf Amin “Joguru Lamo Bantani”

Sebarkan artikel ini
Wakil Presiden RI ke-13, KH Ma'ruf Amin, (kiri) didampingi Sultan Ternate, Hidayatullah Sjah (kanan), dalam sesi wawancara bersama awak media usai kegiatan Deklarasi Forum Keberagaman Nusantara di halaman Kedaton Kesultanan Ternate, Senin (27/10/2025). Dalam kesempatan itu, KH Ma'ruf Amin dianugerahi gelar "Joguru Lamo Bantani", yang berarti Imam Besar Kesultanan Ternate yang berasal dari Banten. (Foto: RRI/KBRN)

Ternate – Mantan Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin, dianugerahi gelar adat “Joguru Lamo Bantani” oleh Kesultanan Ternate. Dalam bahasa Ternate, gelar ini berarti Imam Besar Kesultanan Ternate yang berasal dari Banten.

Penganugerahan gelar tersebut diberikan langsung oleh Sultan Ternate, Hidayatullah Sjah di Kedaton Kesultanan Ternate. Sesaat sebelum KH Ma’ruf Amin menghadiri Forum Deklarasi Keberagaman Nusantara (FKN) di halaman depan Kedaton Kesultanan Ternate, Senin (27/10/2025).

“Beliau (KH Ma’ruf Amin) adalah ulama besar, maka gelar yang diberikan terkait dengan keulamaannya. Gelar yang diberikan sangatlah besar, yaitu Imam Besar Kesultanan Ternate yang berasal dari Banten atau Joguru Lamo Bantani,” ujar Sultan Hidayatullah Sjah usai acara deklarasi.

Sultan Hidayatullah menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Ma’ruf Amin di Ternate dalam kegiatan Forum Keberagaman Nusantara. Menurutnya, kehadiran tokoh nasional seperti Ma’ruf diharapkan dapat memberikan inspirasi dan pencerahan bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, KH Ma’ruf Amin menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Kesultanan Ternate. Wapres RI ke-13 ini mengaku bangga atas mempersembahkan gelar adat ini. 

“Saya tidak menyangka akan diberi penghargaan gelar adat yang luar biasa ini. Bagi saya, ini adalah sebuah kebanggaan dan kehormatan besar,” ucap Ma’ruf Amin.

Penganugerahan gelar adat tersebut menjadi simbol penghargaan atas kiprah dan dedikasi Ma’ruf Amin. Utamanya dalam memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di Indonesia.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *