Ternate – Ternate Heritage Society (THS) menggelar kuliah tamu membahas warisan tradisional Maluku Utara yakni rorano, ramuan yang secara turun-temurun digunakan perempuan sebelum dan sesudah melahirkan. Acara ini berlangsung di aula Nuku, Kampus II Unkhair, Jumat (10/10/2025).
Kegiatan bertajuk “Rorano dan Perempuan: Pra dan Pasca Melahirkan” ini diikuti puluhan mahasiswa dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP), Fakultas Pertanian, dan Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unkhair.
Kuliah tamu ini merupakan bagian dari Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan, dengan dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XXI.
Menghadirkan narasumber dari berbagai disiplin ilmu yakni apt. Fahmi Sadik membahas farmasi bahan alam, apt. Nurasma Somadayo mengulas aspek farmakologi serta Dr. Hasbullah menyoroti etnobotani dan pelestarian budaya melalui pendekatan ilmiah.
Ketua panitia pelaksana, Lin Tomaito, menjelaskan bahwa tujuan utama kuliah tamu ini adalah menjembatani pengetahuan tradisional rorano dengan validasi ilmiah kontemporer, khususnya untuk kesehatan perempuan.
“Pengetahuan tradisional seperti rorano adalah identitas budaya kita. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa praktik leluhur perempuan Maluku Utara memiliki dasar ilmiah yang kuat, terutama dalam memperkuat kesehatan ibu,” ujar Lin Tomaito.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal mendorong riset lanjutan serta integrasi pengobatan alami ke dalam sistem kesehatan modern.