BPBD Malut

Letusan Gunung Dukono Selama September Fluktuatis Menurun

×

Letusan Gunung Dukono Selama September Fluktuatis Menurun

Sebarkan artikel ini
Visual Gunung Dukono hari Kamis (9/10/2025) pukul 08:38 Wit. (Foto: Pos PGA Dukono)

Halut – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI melalui Badan Geologi melaporkan evaluasi aktivitas Gunung Api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara sepanjang periode 16 September hingga 30 September 2025.

Berdasarkan pengamatan instrumental selama periode 16 hingga 30 September 2025, gempa yang terekam masih didominasi oleh Gempa Letusan dan Gempa Tektonik Jauh. Pada periode ini terekam 59 kali gempa Letusan/Erupsi.

Selain itu, 1 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), 5 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 20 kali gempa Tektonik Jauh. Serta 15 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1 hingga 6 mm, dominan 2 mm.

“Berdasarkan data pengamatan visual dan instrumental, aktivitas G. Dukono masih berada pada periode erupsi. Dengan tinggi kolom letusan berada pada ketinggian maksimum 800 meter dari puncak,” tulis KESDM melalui rilis WAG, Kamis (9/10/2025).

Dikatakan, jumlah gempa Letusan pada akhir September 2025 cenderung berfluktuasi menurun. Dengan sebaran abu vulkanik dominan mengarah ke timur laut, timur, selatan, barat daya, barat dan barat laut sesuai arah dan kecepatan angin.

“Aktivitas kegempaan masih didominasi rekaman Gempa Letusan, Gempa Tektonik Jauh, dan Gempa Tremor Menerus. Mengindikasikan bahwa suplai/migrasi magma dari kawah Gunung Dukono masih berlangsung disertai dengan pelepasan material erupsi ke permukaan,” ujar KESDM.

Ditambahkan, potensi ancaman bahaya Gunung Dukono saat ini adalah berupa hujan abu di desa-desa yang berada di sektor timur laut, timur dan lainnya. Sesuai arah dan kecepatan angin di sekitar puncak Gunung Dukono.

“Bahaya sekunder berupa aliran lahar terutama di sepanjang aliran Sungai Mamuya (sektor utara). Juga Sungai Mede dan Tauni (sektor timur laut) yang berhulu di puncak Gunung Dukono, perlu diwaspadai,” katanya.

Saat ini Gunung Dukono berada pada level II (Waspada) maka pihaknya mengimbau kepada masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.

“Erupsi di Gunung Dukono dapat berlangsung secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda sebelumnya. Sebaran abu dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin sehingga area landaan abu dapat berubah-ubah.

Masyarakat di sekitar Gunung Dukono agar selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut untuk digunakan. Tujuannya untuk  menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,” kata KESDM, mengakhiri.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *