BREAKING NEWSKawasan Asia

Menlu RI-Menlu Belanda Gelar Pertemuan Bilateral Perdana

×

Menlu RI-Menlu Belanda Gelar Pertemuan Bilateral Perdana

Sebarkan artikel ini
Kedua Menlu turut menandatangani kelanjutan kerja sama melalui MoU NISCOPS (kerja sama produksi minyak sawit berkelanjutan) di sela-sela pertemuan. (Foto: RRI/KBRN)

Jakarta – Menlu RI Sugiono menggelar pertemuan bilateral perdana bersama Menlu Belanda David van Weel, Kamis (9/10/2025) di Gedung Pancasila, Kemlu RI, Jakarta. Sementara, Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi Weel setelah resmi dilantik sebagai Menlu Belanda 5 September 2025 dalam Kabinet Schoof.

Menlu Sugiono mengatakan, pertemuan bilateral kali ini turut dirangkaikan dengan peluncuran Recana Aksi 2026 – 2029 Indonesia-Belanda. “Rencana ini menawarkan peta jalan konkret untuk memperdalam Kemitraan Komprehensif kita demi kepentingan kedua negara,” ujar Menlu RI dalam pernyataan pers usai pertemuan, Kamis (9/10/2025).

Pertemuan kedua Menlu juga membahas mengenai penguatan kerja sama melalui Perjanjian Kerja Sama Ekonomi (CEPA) Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA). Bagi Indonesia penguatan melalui perjanjian ini akan berdampak pada kerja sama yang signifikan.

“Hal ini akan memperluas akses pasar, menarik investasi berkualitas tinggi dan berkelanjutan. Serta, memastikan perdagangan yang adil dan seimbang,” ucap Menlu RI.

Menlu Sugiono mengungkapkan, Indonesia bersama Belanda juga sepakat untuk bekerja sama di bidang ketahanan pangan, dengan memoderinisasi sektor pertanian. Menurutnya, hal itu akan diikuti dengan memperkuat sistem pangan yang berkelanjutan dan tangguh.

“Keahlian Belanda di bidang pertanian dan pelatihan vokasi akan berperan penting dalam meningkatkan produktivitas dan ketahanan kita. Dalam konteks ini, kami menyambut baik kelanjutan kerja sama melalui MoU NISCOPS (kerja sama produksi minyak sawit berkelanjutan-red) yang baru saja kami tandatangani,” kata Menlu RI.

“Inisiatif ini mendukung produksi minyak sawit, memperkuat mata pencaharian petani kecil, dan memajukan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.”

Selain, kedua Menlu juga sepakat untuk membangun kemitraan maritim yang strategis. Termasuk, mengembangkan konektivitas maritim dan pengelolaan air untuk mengatasi perubahan iklim, banjir, dan penurunan tanah.

“Kami menantikan Forum Maritim Bilateral yang akan diselenggarakan di Belanda tahun depan. Forum ini merupakan forum yang efektif untuk membahas kerja sama konkret di bidang keselamatan maritim, logistik, penangkapan ikan ilegal, ilegal, dan ekonomi biru,” ucap Menlu Sugiono.

Sementara, Menlu Weel menyebut, kemitraan antara Indonesia dan Belanda sangat luas dan terus berkembang. Ia memaparkan, kemitraan ini mencakup dialog politik, kerja sama ekonomi, pertukaran budaya, dan hubungan antarmasyarakat yang sangat erat.

“Kunjungan saya hari ini membangun fondasi tersebut dan mencerminkan ambisi bersama kita untuk mempererat kemitraan di tahun-tahun mendatang. Dalam periode mendatang, kami akan mengembangkan Rencana Aksi Bersama untuk lebih lanjut membentuk kerja sama bilateral di bidang-bidang utama,” kata Menlu Weel.

“Seperti pengelolaan air, energi, dan ketahanan pangan, serta secara regional di Indo-Pasifik dengan fokus pada keamanan maritim dan gerbang bersama. Dengan Belanda sebagai pintu masuk Indonesia ke Uni Eropa dan Indonesia sebagai pintu gerbang kami ke ASEAN, untuk mempromosikan nilai-nilai dan kepentingan bersama,” ujarnya mengakhiri.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *