Jakarta – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengirimkan agar Palestina segera menjadi anggota penuh di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Seruan tersebut disampaikan usai konferensi yang dipimpin Prancis mengenai pengakuan negara Palestina, Senin (23/9/2025).
Melansir dari Arab News, dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB, Sanchez menyebut konferensi itu sebagai tonggak sejarah. Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut hanyalah awal perjalanan, bukan akhir.
Ia menekankan, Palestina harus diperlakukan setara dengan negara-negara lain melalui keanggotaan penuh di PBB. Sanchez juga menjanjikan kebiadaban di Gaza dan mendesaknya diambil langkah-langkah segera untuk mewujudkan perdamaian.
“Konferensi ini menandai sebuah tonggak sejarah, tetapi ini bukan akhir dari perjalanan. Ini hanyalah awal. Negara Palestina harus menjadi anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Sanchez di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Proses bagi Negara Palestina untuk bergabung dengan organisasi ini harus segera diselesaikan, setara dengan negara-negara lain. Kedua, kita harus segera mengambil langkah-langkah untuk menghentikan kebiadaban dan mewujudkan perdamaian,” lanjutnya.
Sanchez selama ini dikenal sebagai salah satu kritikus paling vokal terhadap Israel, khususnya terkait ofensif besar-besaran di Gaza. Menurutnya, operasi militer Israel tersebut menimbulkan kehancuran besar dan harus segera dihentikan.
Spanyol bersama Irlandia dan Norwegia, telah mengakui negara Palestina pada Mei lalu, langkah yang menambah tekanan diplomatik terhadap Israel. Namun, sikap Sanchez ini menuai reaksi keras dari pemerintah Israel.
Sanchez menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengakuan internasional terhadap negara Palestina. Ia juga menyembunyikan kekerasan yang terjadi di Gaza.