BREAKING NEWSDunia Barat

Ini Poin yang Dibahas dalam Majelis Umum PBB

×

Ini Poin yang Dibahas dalam Majelis Umum PBB

Sebarkan artikel ini
Majelis Umum PBB (UNGA) di Markas Besar PBB, New York. (Foto: X - United Nations)

New York – Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) pekan ini menjadi pusat perhatian dunia dengan isu-isu besar yang dibahas. Negara-negara Eropa menyoroti beberapa topik utama, termasuk pengakuan Palestina dan sanksi terhadap Iran, dilansir dari Euro News, Selasa (23/9/2025).

Mereka juga menekankan isu reformasi PBB, perang Ukraina, target iklim, pembangunan, serta krisis kemanusiaan. Sidang UNGA yang berlangsung sejak 9 September di New York ini diikuti oleh 193 negara anggota serta dua negara pengamat.

Palestina hanya dapat berpartisipasi melalui video setelah Amerika Serikat menolak memberikan visa bagi pejabat Otoritas Palestina. Perang Ukraina juga menjadi agenda utama.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dijadwalkan berpidato pada Rabu (24/9/2025), bertepatan dengan hampir empat tahun invasi penuh Rusia ke negaranya. Rusia sendiri akan diwakili Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov yang akan menyampaikan pidato, Sabtu (27/9/2025).

Selain itu, agenda UNGA tahun ini mencakup pembahasan sanksi terhadap Iran. Reformasi UN80 juga dibahas untuk meningkatkan efisiensi PBB di tengah keterbatasan dana.

Isu Palestina diperkirakan menjadi sorotan besar, terutama di tengah meningkatnya tekanan internasional pada Israel terkait perang di Gaza. Israel juga mendapat kritik tajam atas rencana perluasan permukiman di Tepi Barat yang dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Sejumlah negara, termasuk Prancis, Belgia, dan Malta, diperkirakan secara resmi mengakui negara Palestina dalam sesi UNGA. Langkah ini mengikuti Inggris, Australia, dan Kanada yang mengumumkan pengakuan pada Minggu (21/9/2025), serta Portugal sebelum sidang dimulai.

Isu nuklir Iran juga menjadi perdebatan penting. Proses penyelesaian sengketa yang dimotori oleh Jerman, Prancis, dan Inggris (E3) segera berakhir minggu ini.

Ketiga negara itu mengusulkan perpanjangan enam bulan untuk memberi ruang diplomasi dengan Iran. Namun, Dewan Keamanan PBB menolak resolusi yang bertujuan mencabut sanksi Iran secara permanen, sehingga peluang kesepakatan semakin tipis.

Negara-negara Eropa menuntut kembalinya inspektur nuklir PBB ke Iran untuk mengawasi persediaan uranium yang diperkaya. Meski demikian, Iran tetap bersikeras tidak berniat membuat senjata nuklir.

Selain Palestina, Ukraina, dan Iran, UNGA tahun ini juga membahas pembaruan komitmen Perjanjian Paris terkait perubahan iklim. Agenda lainnya mencakup rencana reformasi keuangan PBB melalui inisiatif UN80.

UNGA kali ini diharapkan dapat menghasilkan terobosan untuk merespons berbagai tantangan global, termasuk konflik bersenjata dan krisis kemanusiaan. Selain itu, isu iklim dan pendanaan organisasi internasional juga menjadi perhatian utama.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *