Jakarta – Wakil Direktur Utama PT Pertamina Oki Muraza bungkam ketika dikonfirmasi kosongnya stok bahan bakar minyak di SPBU swasta. Awalnya, kedatangan Oki bersama pejabat pertamina ke KPK guna melakukan pencegahan korupsi.
Namun, ketika dikonfirmasi soal kolaborasi Pertamina dengan pihak swasta dirinya memilih naik ke mobil dinasnya. Pantauan digedung KPK, Oki selesai melakukan audiensi dengan KPK pada Pukul 12.31.
Oki juga didampingi, Direktur transformasi dan bekelanjutan, Agung wicaksono. Serta, Direktur manajemen risiko, Ahmad siddin badurdin.
Sementara itu, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menjelaskan kondisi tersebut bukan disebabkan oleh tindakan impor. Menurut Bahlil, pengosongan stok BBM di SPBU swasta tersebut bukan karena pemerintah tidak memberikan kuota impor.
Bahlil mengatakan bahwa pemerintah sudah memberikan kuota impor 110 persen kepada SPBU swasta pada tahun 2025. “Jadi sangatlah tidak tepat kalau dikatakan kuota impornya tidak kami berikan,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/9/2025).
Menurut Bahlil, apabila masih ada kekurangan maka SPBU swasta bisa berkolaborasi dengan Pertamina. Langkah tersebut diambil karena masalah BBM berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.
“Nah, kalau masih ada kekurangan, kami minta untuk melakukan kolaborasi dengan Pertamina. Kenapa? Karena ini terkait dengan hajat hidup orang banyak,” kata Bahlil.
Bahlil juga menyuarakan masalah banyaknya pekerja salah satu perusahaan SPBU swasta yakni Shell yang terkena PHK akibat kelangkaan BBM. Menurut Bahlil, solusi yang dapat diberikan kepada Shell adalah untuk bekerja sama dengan Pertamina.