BERITA REDAKSIParlemen

Legislator Minta Koperasi Merah Putih Dukung UMKM Perempuan

×

Legislator Minta Koperasi Merah Putih Dukung UMKM Perempuan

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi VI DPR RI Christiany Eugenia Paruntu. (Foto: Golkar/KBRN)

Jakarta – Pemerintah diminta menjadikan program Koperasi Merah Putih sebagai pembuka kesempatan bagi kaum perempuan untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Anggota Komisi VI DPR, Christiany Eugenia Paruntu.​

Ia menjelaskan banyak perempuan menjadi pelaku UMKM di beberapa daerah, terutama pedesaan. Di mana kerap menemui beberapa kendala dalam mengembangkan usaha seperti sulitnya akses modal, hingga kurangnya keterampilan pemasaran secara digital.

“Koperasi Merah Putih harus menjadi pintu masuk untuk memberi ruang lebih besar kepada mereka. Karena ketika perempuan berdaya, maka ekonomi keluarga dan desa juga ikut tumbuh,” kata Christiany dalam keterangannya, Selasa (16/9/2025).

Menurut Christiany, Koperasi Merah Putih bisa jadi motor penggerak dimulainya metode digitalisasi untuk mengembangkan usaha. Hal itu bisa dilakukan dengan cara menggunakan metode digital untuk pemasaran produk lokal, peminjaman, transparansi keuangan hingga perluasan jaringan usaha.

Tidak hanya itu, dia juga berharap pembaharuan dengan metode digitalisasi ini bisa diterapkan oleh koperasi-koperasi yang sebelumnya sudah ada. Dengan demikian, dia meyakini keberadaan Koperasi Merah Putih yang moderen ini dapat membantu pelaku UMKM perempuan dalam mengembangkan usahanya.

“Koperasi Merah Putih adalah kunci untuk mengembangkan usaha. Saya optimis itu bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Sebelumnya di tengah semangat peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, pemerintah terus mendorong kemandirian desa bagi UMKM. Salah satu wujudnya adalah peluncuran 80.081 kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Bagi Kementerian UMKM, Kopdes Merah Putih memiliki fungsi sebagai agregator dalam menghimpun kekuatan para pengusaha UMKM. Agar mampu memenuhi skala ekonomi yang dibutuhkan untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik, melalui koperasi, UMKM dapat membentuk klaster usaha yang terorganisir. Dan bisa mengakses pembiayaan dengan lebih mudah, memperoleh bahan baku dengan harga efisien, dan memperluas jaringan pemasaran.

“Tantangan terbesar UMKM saat ini adalah beroperasi dalam skala serba terbatas sehingga biaya produksi tinggi, produktivitas rendah. Koperasi adalah pilihan paling rasional untuk mengatasi ini, dengan berhimpun dalam KDMP, UMKM mendapatkan kepastian pasar,” kata Riza, Kamis (14/8/2025).

Riza menegaskan bahwa UMKM dan koperasi bagian dari satu ekosistem yang saling menguatkan. Koperasi menjadi kendaraan yang membawa UMKM menuju jenjang yang lebih tinggi.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *